Menteri Susi Geram Masih Ada Pengusaha Tangkap Ikan Pakai Potassium

Senin, 7 Oktober 2019 20:33 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Susi Geram Masih Ada Pengusaha Tangkap Ikan Pakai Potassium kapal nelayan. ©2012 Merdeka.com/aris andrianto

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku geram dengan para pengusaha ikan hidup yang menangkap ikan dengan cara-cara terlarang. Dia mengancam akan menutup izin penjualan ikan hidup keluar apabila masih saja menggunakan jenis alat tangkap seperti potassium dan jaring-jaring berukuran kecil.

"Ini harus segera dihentikan. Kalau tidak saya janji kalau masih sempat saya akan menutup izin untuk ikan hidup keluar," kata Menteri Susi di Natuna, Kepulauan Riau, Jakarta, Senin (7/10).

Dia meminta kepada stakeholder terkait untuk menyisir para nelayan dan memberi peringatan bagi mereka yang terbukti gunakan alat tangkap tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dia pun menyarankan agar para pengusaha beralih menggunakan alat pancing, serta jaring yang berukuran standar.

"Saya minta pengusaha ikan hidup nelayan ikan hidup untuk mengubah cara-cara penangkapan. Jangan dengan cara-cara yang dilarang dengan pemerintah. Tolong PSDKP, tolong Pol Air, tolong sama-sama tertibkan yang jaringnya kecil tidak boleh lagi jalan. Kalau mau jalan diganti mata jaringnya dengan jaring yang besar," imbuh dia.

"Kalau semua itu diatur insyaAllah ikan akan tambah banyak bukan tambah kurang. Karena apa yang kecil kecil tertinggal. Jadi kita yang harus jaga keberlanjutan ini," sambung dia.

Di samping itu, dia juga berpuas diri lantaran kebijakan yang dibangun bersama Satgas 115 setidaknya memberikan efek jera khususnya kepada kapal-kapal asing yang melintas di perairan Indonesia. Dengan kebijakan penenggelaman kapal, kini hampir tidak ada lagi kapal-kapal asing memasuki perairan Natuna. Sehingga potensi ikan di laut Indonesia pun melimpah.

"Akhirnya sekarang dengan hilangnya ratusan kapal-kapal ikan asing yang dulu sebagai kota di tengah laut maka gurita yang tadinya hanya Rp5.000 sekarang sudah mencapai Rp50.000 sampai dengan Rp60.000. Ikan kakap merah yang tadinya cuma beberapa ribu perak sekarang sudah dua kali lipatnya. Segala kesejahteraan yang masuk dan terasakan oleh masyarakat dengan hilangnya para pencuri ikan," tandas dia. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini