Menteri Rini jamin pembangunan proyek-proyek ini tak ditunda

Sabtu, 18 Agustus 2018 17:30 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Menteri Rini jamin pembangunan proyek-proyek ini tak ditunda Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengevaluasi proyek infrastruktur yang banyak memakai bahan baku impor demi menghemat devisa dan memperkuat rupiah. Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatatkan defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2018 sebesar USD 4,3 miliar.

Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan kembali arahan Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya meskipun ada arahan untuk menunda pembangunan infrastruktur berbahan baku impor, proyek yang sudah di tahap financial close (penyelesaian pembiayaan) dengan skema ekspor kredit, tidak akan diganggu.

"Kalau kita sudah ada proyek yang berjalan di mana kita sudah ada financial closing dan memang ada pendanaan semacam ekspor kredit karena alat-alatnya kita belum bisa bikin di Indonesia itu akan jalan terus," ungkapnya ketika ditemui, di Jakarta, Sabtu (18/8).

"Kenapa (tetap berjalan)? Karena kalau pinjaman dari luar dan kita membeli barang dari luar itu tidak memberi efek ke transaksi berjalan karena dana devisa kita dapet juga dari luar," lanjut dia.

Sebagai contoh Menteri Rini menyebut proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain jangka waktu pinjaman yang lama yakni 40 tahun, juga diberikan grace period selama 10 tahun. Grace period adalah jangka waktu yang diberikan perbankan kepada debitur untuk tidak membayar cicilan dengan tenggat waktu tertentu.

"Jadi seperti kereta cepat jalan terus. Karena kita mendapatkan pinjaman 40 tahun jangka waktu pengembalian dan grace period 10 tahun. Jadi setelah kita menarik, selama 10 tahun kita tidak ada pembayaran apapun juga. Jadi itu tidak berpengaruh ke trasaksi berjalan," jelas dia.

Selain itu, itu proyek lain adalah pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Menurutnya proyek ini akan terus berjalan.

"Nah kalau Kilang di Balikpapan sama. Kita menyelesaikan ini ada sebagian ekspor kredit semua dari luar. selama memerlukan peralatan dari luar toh memang kita tidak bisa bikin di sini dan dengan pengembalian jangka panjang itu tidak memberikan dampak (pada transaksi pembayaran)," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini