Menteri PUPR Siapkan Rp268 Miliar untuk Revitalisasi Danau Siombak Atasi Banjir Medan Utara

Kementerian PUPR mengalokasikan Rp268 miliar untuk revitalisasi Danau Siombak di Medan Utara. Proyek ini bertujuan mengatasi banjir rob dan kiriman, sekaligus meningkatkan sistem tata air kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri PUPR Siapkan Rp268 Miliar untuk Revitalisasi Danau Siombak Atasi Banjir Medan Utara
Kementerian PUPR mengalokasikan Rp268 miliar untuk revitalisasi Danau Siombak di Medan Utara. Proyek ini bertujuan mengatasi banjir rob dan kiriman, sekaligus meningkatkan sistem tata air kota. (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengumumkan alokasi dana besar untuk revitalisasi Danau Siombak. Anggaran sekitar Rp268 miliar disiapkan untuk proyek strategis ini di Kota Medan. Inisiatif ini bertujuan mengatasi masalah banjir rob dan kiriman yang kerap melanda kawasan utara kota.

Revitalisasi Danau Siombak, yang berlokasi di Kecamatan Medan Marelan, akan dilaksanakan secara bertahap. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan infrastruktur penanggulangan bencana. Fokus utama adalah pembangunan kolam retensi dan tanggul pengaman di sekitar danau.

Pembangunan infrastruktur ini direncanakan berlangsung dari tahun 2024 hingga 2028. Menteri Dody Hanggodo menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Kota Medan. Dukungan tersebut terutama terkait percepatan proses pembebasan lahan yang krusial bagi kelancaran proyek.

Detail Proyek dan Anggaran Revitalisasi Danau Siombak

Total anggaran sebesar Rp268 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan tiga kolam retensi dan tanggul pengaman. Menteri Dody Hanggodo menjelaskan bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan ini menjadi prioritas untuk menanggulangi permasalahan air di kawasan tersebut.

Kebutuhan tanggul pengendali air di sekitar Danau Siombak mencapai sekitar 3 kilometer. Sepanjang 1,3 kilometer tanggul telah rampung dikerjakan pada tahun 2024. Sisa 1,7 kilometer tanggul direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026.

Selain pembangunan tanggul, pemerintah juga akan membangun tiga kolam retensi. Kolam-kolam ini berfungsi menahan air sebelum dialirkan ke Danau Siombak. Hal ini penting mengingat muka air danau yang berada pada level cukup tinggi. "Air tidak bisa langsung dibuang ke danau karena permukaan airnya lebih tinggi. Karena itu diperlukan sistem retensi untuk menampung air terlebih dahulu," ujar Menteri Dody Hanggodo.

Pembangunan kolam retensi akan dilakukan secara bertahap. Dua kolam retensi direncanakan dibangun pada tahun 2026. Kemudian, penyelesaian 1,7 kilometer tanggul akan dilanjutkan pada tahun 2027. Satu kolam retensi tambahan akan dibangun pada tahun 2028 untuk melengkapi sistem.

Urgensi dan Manfaat Penanggulangan Banjir Medan Utara

Revitalisasi Danau Siombak merupakan bagian integral dari program penanggulangan banjir di Medan bagian utara. Proyek ini dirancang untuk mengatasi dampak banjir rob dan kiriman yang sering terjadi. Keberadaan tanggul dan kolam retensi diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat bencana hidrometeorologi.

Peningkatan sistem tata air perkotaan menjadi salah satu manfaat utama dari proyek ini. Dengan sistem retensi yang efektif, aliran air dapat dikelola lebih baik. Hal ini akan meminimalisir genangan air dan memastikan lingkungan yang lebih aman bagi warga.

Kondisi muka air Danau Siombak yang tinggi memerlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan air. Kolam retensi berfungsi sebagai penampung sementara yang vital. Sistem ini mencegah air langsung membanjiri danau dan area sekitarnya.

Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Percepatan Proyek

Menteri Dody Hanggodo menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Dukungan ini terutama dalam mempercepat proses pembebasan lahan yang diperlukan. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan kolam retensi dan tanggul lanjutan.

"Pendanaan pemerintah pusat siap, namun pembebasan lahan harus dibantu oleh Pemerintah Kota Medan," kata Dody Hanggodo. Ia menambahkan, peran Pemkot Medan sangat krusial agar masyarakat memahami tujuan mulia proyek ini. Kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah akan mempercepat realisasi proyek.

Percepatan pembebasan lahan akan memungkinkan seluruh rangkaian pekerjaan dapat dipercepat. Jika proses ini berjalan lancar, target penyelesaian proyek pada tahun 2028 dapat tercapai. Revitalisasi Danau Siombak diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Medan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi