Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Investasi. Sebagai Ketua Satgas, Menteri Bahlil mengaku memiliki tugas yang tidak mudah karena harus menyelesaikan berbagai kendala yang terjadi dalam proses investasi dari awal sampai akhir.
"Kami diberikan tugas dari Presiden yaitu Ketua Satgas Investasi. Ini punya tugas yang luar biasa berat," kata Menteri Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Jakarta, Jumat (18/6).
Menteri Bahlil menguraikan berbagai tugasnya sebagai Ketua Satgas Investasi. Mulai dari menyelesaikan berbagai permasalahan investasi hingga mengidentifikasi sumber-sumber investasi yang bisa meningkatkan devisa negara. Berbagai hal tersebut bertujuan dalam rangka meningkatkan pendapatan negara.
"Melakukan identifikasi sumber-sumber investasi yang meningkatkan devisa negara dalam rangka meningkatkan pendapatan negara," kata dia.
Advertisement
Tak hanya itu, Menteri Bahlil juga memiliki tanggung jawab untuk mengolaborasikan investor asing dan dalam negeri dengan pelaku UMKM di daerah tujuan investasi. Hal ini, kata Menteri Bahlil, tidak mudah.
"Kita dapat tugas untuk kolaborasikan investor asing dan dalam negeri dengan pengusaha di daerah baik UMKM atau menengah," kata dia.
Namun dia meyakini bisa melakukan tugas tersebut karena sebagian pelaku usaha tersebut merupakan anggota dan kader Hipmi. Maka dari itu, dia mengajak para kader Hipmi untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanat yang dipesankan Presiden Joko Widodo.
"Ayo terus kita berkarya di negara ini. Hipmi merupakan instrumen terbaik sesuai dengan hymnenya," kata dia.
Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan target realisasi investasi tahun 2021 sebesar Rp 900 triliun. Namun hingga Juni 2021, realisasi investasi baru mencapai Rp 219,7 triliun.