Menkeu Purbaya Tindak Tegas Impor Pakaian Bekas, Wakabareskrim: Kita Dukung 1.000 Persen

Dia menegaskan, Polri siap menindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Menkeu Purbaya Tindak Tegas Impor Pakaian Bekas, Wakabareskrim: Kita Dukung 1.000 Persen
Menkeu Purbaya Tindak Tegas Impor Pakaian Bekas, Wakabareskrim: Kita Dukung 1.000 Persen (Merdeka.com)

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung penuh langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menertibkan baju atau pakaian bekas impor ilegal.

"Kita akan dukung 1.000 persen. Ini perlu kita garis bawahi, apapun yang menjadi kebijakan pemerintah, kita akan selalu mendukung dan kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak cukai," kata dia kepada wartawan, Selasa (4/11).

Dia menegaskan, Polri siap menindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

"Manakala kita temukan pelanggaran, ya biasanya ini yang kita kenal dengan pakaian bekas ya. Nah itu kita akan melakukan penindakan, baik yang masih di laut maupun yang sudah ada di dalam," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kaget soal penanganan impor baju bekas ilegal dalam bentuk balpres. Dia akan menyusun aturan ketentuan denda hingga daftar hitam (blacklist) pelaku impor ilegal.

Menkeu Purbaya Lakukan Sidak

Warga sedang memilih pakaian bekas (Thrifting) di pasar Proyek Senen, Jakarta.
Warga sedang memilih pakaian bekas (Thrifting) di pasar Proyek Senen, Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori) @ 2023 merdeka.com

Dia mengungkap hal tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya kaget baju bekas impor ilegal hanya dimusnahkan dan tersangkanya dipenjara.

"Rupanya selama ini hanya bisa dimusnahkan, dan yang impor masuk penjara, saya enggak dapat duit, enggak didenda," ungkap Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/10).

Dengan ketentuan hukuman itu, Purbaya mengaku rugi karena harus mengeluarkan biaya pemusnahan barang bukti baju bekas impor ilegal tadi. Maka, dia akan segera menerapkan denda sebagai hukuman tambahan.

"Jadi saya rugi, cuma ngeluarin ongkos untuk memusnahkan barang itu, tambah ngasih makan orang-orang yang di penjara itu. Jadi keliatannya akan kita ubah di mana kita bisa denda orang itu juga," ujar Bendahara Negara ini.

Hukuman lainnya, Purbaya akan memasukkan nama pelaku impor ilegal dalam daftar hitam. "Sepertinya mereka sudah tahu, kita sudah tahu pemain-pemain siapa saja, kalau dia yang pernah (impor) balpres saya akan blacklist, enggak boleh impor barang-barang lagi," tutur dia.

Rekomendasi