Mendag Soal RI Importir Gula Terbesar: Kita Impor Berdasarkan Kebutuhan Dalam Negeri

Kamis, 10 Januari 2019 15:03 Reporter : Merdeka
Mendag Soal RI Importir Gula Terbesar: Kita Impor Berdasarkan Kebutuhan Dalam Negeri Enggartiasto Lukita. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ekonom Faisal Basri mengatakan, Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar sepanjang 2017-2018. Ironisnya, impor gula besar-besaran ini terjadi jelang pemilu yang dianggap menguntungkan pihak tertentu.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, produksi gula dalam negeri memang tidak cukup untuk kebutuhan konsumsi dan industri. Menurutnya, transaksi impor pada dasarnya tidak dilarang. Sebab, pemerintah selalu mempertimbangkan kepentingan khusus ketika melakukan impor, seperti pasokan yang belum memadai dan kualitas dari pasokan yang ada didalam negeri.

"Jadi gini, saya sampaikan kita impor berdasarkan kebutuhan. Produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan baik konsumsi apalagi industri," imbuhnya di Gedung Kemendag, Kamis (10/1).

Pada dasarnya pemerintah tidak akan melakukan impor jika kebutuhan dalam negeri tercukupi. Dia berjanji tidak akan mengorbankan industri karena transaksi impor tersebut.

"Kita impor berdasarkan kebutuhan karena tidak cukup pasokannya. Kedua kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Coca Cola tidak mungkin mau nerima gula tebu dari dalam negeri yang ikumsanya tinggi, yang warna coklat itu. Apakah bisa diterima oleh industri? Tidak. Dodol garut gampang bulukan kalau pakai yang itu kalau kata pabrik dodol Garut," ujarnya.

Perkiraan kebutuhan gula industri tahun 2019 sebesar 2,8 juta ton. Sedangkan kebutuhan gula untuk konsumsi, pihaknya mengaku tengah menghitung berapa besar yang dibutuhkan.

"Jumlah produksi gula tidak cukup untuk memenuhi konsumsi apalagi industri. Industri 2,8 juta ton perkiraan untuk industri 2019. Yang konsumsi sedang dihitung," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini