Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masa Lucu Sudah Lewat, Dwi Soetjipto Diharap Serius Pimpin SKK Migas

Masa Lucu Sudah Lewat, Dwi Soetjipto Diharap Serius Pimpin SKK Migas Bos Baru SKK Migas Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja ‎Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto diingatkan agar memimpin lembaganya dengan serius. Sebab, masa lucu lembaga ini sudah lewat.

Mantan Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengatakan, sejak awal menjabat sebagai Kepala SKK Migas pada 2014‎ muncul masa-masa lucu, di antaranya terkait dirinya yang tidak paham tentang industri hulu migas tetapi menempati pimpinan tertinggi lembaga yang mengatur kegiatan hulu migas Indonesia.

"Sejak awal memang isunya lucu-lucu sebenarnya. Jadi waktu pertama kali saya ditunjuk oleh Presiden atas usulan pak Menteri Sudirman Said, sebelum ditunjuk saya katakan, pak Menteri jangan saya. Saya nggak ngerti migas. Beliau menjawab, nggak apa kita sama-sama nggak ngerti," kata Amien saat menghadiri pelantikan Kepala SKK Migas, di Kantor Kementerian Eneri Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (3‎/12).

Amien melanjutkan, kelucuan berikutnya adalah terkait dengan kondisi sektor hulu migas Indonesia. Meski sudah 100 tahun menjadi produsen minyak, ternyata ‎data cadangan migas Indonesia baru digarap saat SKK Migas di bawah kepemimpinannya.

‎"Terus 2015 saya lihat juga, oh ini memang kita ini negara paling lucu di dunia. Indonesia hasilkan minyak sudah lebih dari 100 tahun. Tapi data sub surface nggak ada," tuturnya.

Kelucuan berikutnya adalah anggaran eksplorasi, dari zaman orde lama, orde baru dan reformasi, baru kali ini ada anggaran untuk kegiatan eksplorasi untuk mencari kandungan migas.

Anggaran tersebut ditambah dengan Komitmen Kerja Pasti‎ dari Kontraktor Kerjasama (KKKS) yang memenangkan blok terminasi. Uang yang dihimpun mencapai USD 2 miliar untuk 10 tahun.

Menurut Amien, saat ini kondisi telah berubah, sehingga Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas yang baru harus serius memimpin lembaga tersebut, serta mengelola setor hulu migas Indonesia.

"Jadi nanti bagian Pak Tjip (pimpin SKK Migas) bagian yang serius itu. Yang lucu sudah lewat. Jadi bagaimana menggunakan data base of survei, dana USD. 2 miliar," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP