Mahalnya Harga Tiket Pesawat Berdampak Pada Industri Asuransi

Kamis, 23 Mei 2019 20:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Mahalnya Harga Tiket Pesawat Berdampak Pada Industri Asuransi Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody A.S Dalimunthe menyebut bahwa mahalnya harga tiket pesawat terbang berdampak pada industri asuransi. Harga tiket mahal dapat menyebabkan turunnya permintaan terhadap asuransi, terutama jenis asuransi yang berkaitan dengan penumpang.

Menurut dia, harga tiket yang mahal tentu akan berpengaruh kepada turunnya jumlah penumpang. Dengan demikian premi asuransi akan menurun, sebab turunnya permintaan.

"Harga tiket itu mungkin kaitan langsung dengan penumpang, jadi penumpang berkurang maka permintaan untuk asuransi untuk penumpangnya itu juga turun, seperti itu," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Kamis (23/5).

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa TI & Aktuaria AAUI, Trinita Situmeang menjelaskan terdapat tiga jenis asuransi bagi penumpang pesawat terbang. Ketiga asuransi dimaksud, yakni kecelakaan diri (personal accident), liability, dan travel insurance.

"Asuransi aviasi ini, memang betul meng-cover semua risiko dalam penerbangan. Bisa masuk di personal accident dan liability, juga travel insurance," ujarnya.

Terkait dampak mahalnya harga tiket ke premi asuransi personal accident maupun liability, kata dia, belum dapat dilihat pada kuartal I/2019. "Untuk kuartal I harga tiket belum berdampak. Mungkin untuk jangka panjang. Personal accident dan liability itu kan annual contract, kontrak periode satu tahun. Nanti waktu ketemu annual baru ketahuan," jelas dia.

"Tapi mungkin akan berpengaruh, tapi tidak banyak ke travel insurance. Ketika kita beli tiket, kita kan klik 'mau beli proteksi sebesar premi X'. Mungkin dengan jumlah penumpang turun, nggak ada yang klik juga," tandasnya.

Terkait kinerja asuransi di lini usaha aviasi pada kuartal I/2019, AAUI mencatat jumlah premi bruto asuransi lini usaha Aviasi sebesar Rp97,75 miliar. Angka ini turun sebesar 45,2 persen atau terdapat selisih Rp80,63 miliar jika dibanding dengan kuartal I/2018 yang sebesar Rp178,38 miliar.

Sementara klaim bruto lini asuransi umum untuk lini usaha aviasi pada kuartal I/2019 tercatat sebesar Rp53,61 miliar. Angka ini tumbuh 14,7 persen atau senilai Rp6,87 miliar jika dibandingkan dengan kuartal I/2019 yang sebesar Rp46,74 miliar. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini