Libatkan Petani Miskin, Panen Cabai Dana Keistimewaan DIY di Banyurejo Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Masyarakat Banyurejo, Sleman, sukses menggelar Panen Cabai Dana Keistimewaan DIY yang melibatkan petani miskin, menghasilkan puluhan juta rupiah. Simak detail program peningkat kesejahteraan ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Libatkan Petani Miskin, Panen Cabai Dana Keistimewaan DIY di Banyurejo Hasilkan Puluhan Juta Rupiah
Masyarakat Banyurejo, Sleman, sukses menggelar Panen Cabai Dana Keistimewaan DIY yang melibatkan petani miskin, menghasilkan puluhan juta rupiah. Simak detail program peningkat kesejahteraan ini! (AntaraNews)

Masyarakat di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru saja merayakan panen raya cabai dan semangka. Kegiatan ini berlangsung di area persawahan Cangkring Malang pada Kamis (9/10) lalu. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho turut hadir dalam acara tersebut.

Panen raya ini merupakan hasil dari pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY. Program ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Fokus utamanya adalah memberdayakan petani, khususnya mereka yang tergolong kurang mampu.

Total bantuan yang diterima oleh Kalurahan Banyurejo mencapai Rp122 juta, yang digunakan untuk penanaman di lahan seluas 1,5 hektare. Sebanyak 20 petani terlibat aktif dalam program ini, di mana 16 di antaranya merupakan petani miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Paniradya Pati Paniradya Keistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan panen ini adalah bagian dari Program BKK Dana Keistimewaan DIY. Tujuannya jelas, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tergolong miskin. Pemanfaatan tanah kalurahan menjadi kunci utama dalam implementasi program ini.

Program ini juga merupakan bagian integral dari arahan Gubernur DIY terkait "Lumbung Mataraman". Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian. Dengan demikian, diharapkan ketahanan pangan lokal dapat semakin diperkuat melalui berbagai program serupa.

Aris Eko Nugroho menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah pengajuan BKK dari pemerintah kalurahan yang terus bertambah setiap tahunnya. Tingginya partisipasi ini diharapkan dapat menjadikan tanah kalurahan semakin produktif dan memberikan manfaat nyata.

"Dengan tingginya antusias masyarakat terkait program ini, diharapkan tanah kalurahan dapat semakin memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Aris Eko Nugroho.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemda DIY atas bantuan yang diberikan kepada Kalurahan Banyurejo, Tempel. Menurutnya, program ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh kepada para petani. Dukungan ini sangat vital, terutama bagi petani yang memiliki keterbatasan ekonomi.

"Semoga ini dapat memberikan semangat kepada petani untuk terus memberdayakan lahan pertaniannya, serta dapat meningkatkan perekonomian para petani," ujar Danang Maharsa.

Lurah Banyurejo, Suparjo, merinci bahwa proses penanaman cabai rawit, cabai keriting, dan semangka dimulai pada Juni lalu di lahan tersebut. Penanaman dilakukan secara tumpang sari, memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia.

Hingga saat ini, dari panen yang telah dilakukan pada Agustus dan September lalu, program ini telah menghasilkan pemasukan sebesar Rp77 juta. Angka ini diharapkan terus meningkat di masa mendatang. Peningkatan pendapatan ini tentu akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Banyurejo secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi