Konsumen Kini Semakin Cerdas, Pemerintah Dorong Kesuksesan Produk Lokal Lewat Social Selling
Dengan perubahan perilaku konsumen menuntut para pelaku usaha untuk kreatif, dan memiliki kedekatan dengan calon pembeli.
Perkembangan digitalisasi telah mengubah tren pasar sekaligus membentuk perilaku konsumen yang semakin cermat dalam merespons strategi pemasaran. Bagi pelaku usaha, kondisi ini menjadi tantangan untuk terus beradaptasi dengan strategi yang lebih kreatif dan inovatif agar produk tetap dilirik konsumen dan mempunyai daya tarik yang bersaing dengan produk asing.
Dalam situasi perdagangan online yang semakin kompetitif, platform digital bukan lagi pada masanya memberikan diskon besar untuk menarik transaksi, investasi di teknologi dan peningkatan pelayanan sesuai kebutuhan target konsumen menjadi strategi utama. Faktanya pergeseran daya beli konsumen cenderung mengutamakan kebutuhan prioritas.
Dengan perubahan perilaku konsumen menuntut para pelaku usaha untuk kreatif, dan memiliki kedekatan dengan calon pembeli melalui strategi konten yang interaktif agar terjadi pembelian dalam waktu singkat.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bersinergi dengan Lazada Indonesia dan Lampu.id untuk mendorong UMKM agar mengintegrasikan inovasi digital kedalam strategi bisnis mereka.
Inisiatif ini diwujudkan melalui program pelatihan bertajuk 'Social Selling: Kunci Sukses UMKM 2025' yang digelar secara luring di Jakarta. Lebih dari 200 pelaku UMKM turut hadir dalam program inspiratif yang menghadirkan pakar di bidang pemasaran digital.
Melalui edukasi social selling, para peserta bukan hanya mendapatkan teori namun strategi yang bisa dipraktikkan secara langsung untuk dapat menentukan keunikan dan identitas suatu produk mereka sehingga pemasaran produk di platform digital dapat menjadi daya tarik tersendiri oleh konsumen.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menyatakan, potensi pasar digital sangat besar namun dapat dikatakan sekarang sedang mengalami revolusi, bukan sekedar menjual produk, tetapi membangun cerita dan koneksi emosional lewat social selling menjadi peluang tertinggi
"Konsumen bukan sekadar membeli batik atau kuliner tapi juga membeli kisah dan konten yang kreatif, semua hal ini dapat disampaikan melewati fasilitas platform digital yang terus berinovasi."
Konsumen Lebih Cerdas
Di era digital, strategi social selling menjadi semakin penting karena konsumen kini lebih cerdas dan mengandalkan konten sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Strategi ini berperan besar dalam meningkatkan eksistensi dan kredibilitas UMKM.
Mendukung langkah tersebut, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, Budi Primawan menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis bagi UMKM, bukan hanya dalam membangun kepercayaan dengan pelanggan, tetapi juga dalam membuka akses terhadap inovasi dan teknologi.
"Melalui solusi yang terintegrasi, kami ingin mendorong UMKM terus tumbuh dan berkembang lewat strategi social selling yang relevan di era digital," katanya.
Program pelatihan ini hadir membuka ruang bagi UMKM untuk mengakses pengetahuan yang aplikatif dalam mengoptimalkan strategi social selling.
Founder Lampu.id, Melissa Wijaya menyampaikan bahwa usaha bukan hanya soal jual-beli, tapi soal membangun ekosistem dan kepercayaan. "Lewat transformasi digital, mari melangkah bersama, tingkatkan daya saing, ambil kesempatan, dan kunci utama adalah kolaborasi, manfaatkan seluruh fitur optimasi di platform digital dan jadikan produk anda mempunyai identitas dan konsistensi dalam bersaing di pasar. Jadikan pelatihan ini langkah awal dan bukan hanya sekedar teori namun praktik riil adalah bukti nyata."