Nurahman, seorang pria asal Kudus yang membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan atau modal bukan penghalang untuk sukses. Berkat kerja kerasnya, dia berhasil menjadi memiliki agribisnis dari kebun buah.
Bahkan, bisnis tokoh buahnya sudah berkembang menjadi 10 cabang. Saat ini jumlah karyawan di tokonya sekitar 230 orang dengan mayoritas lulusan SD-SMP.
Mengutip akun YouTube Pecah Telur, Minggu (26/1), Nurahman mengaku kisahnya membuka toko buah dimulai pada tahun 2012. Saat itu, kebutuhan ekonomi membuatnya nekat untuk mulai berbisnis buah seperti mendiang sang ayah.
"Awalnya itu, terus almarhum bapak meninggal adik-adikku masih kecil terus Ibu juga menganggur tapi butuh biaya," kenang Nurahman.
Dia mengaku telah menjalani sejumlah profesi dari mulai menjadi office boy hingga sales perusahaan minuman ternama. Namun, gaji yang dibayarkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dengan percaya diri Nurahman ingin melanjutkan bisnis buah mendiang sang ayah. Pada awalnya Nurahman mengaku kesulitan untuk mengembangkan bisnis buah. Ini karena minimnya pengetahuan dan modal yang dia miliki.
Advertisement
Rupanya bisnis buah yang dia geluti tidak semanis apa yang diinginkan. Pada awalnya dia mendapat banyak penolakan dari supermarket.
Bahkan ia harus menanggung utang hingga Rp140 juta akibat buah yang dibelinya tak laku diserap pasar. Padahal saat itu jenis buah yang dijualnya masih belum banyak hanya alpukat, matoa, dan jeruk bali
"Jadi salahnya aku belum punya market, ternyata kalau kita enggak paham produk mau jualan sudah," urainya.
Sadar jika utang yang ditanggungnya besar, Nurahman harus lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya. Dia kemudian mengumpulkan rekan bisnis ayahnya untuk bertugas sebagai pemasok buah.
Advertisement
Selanjutnya dia mulai membangun hubungan baik dengan calon mitra. Dengan berani dia juga memberikan garansi kepada mitra agar mau menerima produknya.
"Ternyata ngenalin produk enggak gampang, kalau dia tau ke pelanggan lama. Kuncinya itu jalin hubungan baik dulu, dan berani beri garansi kalau enggak laku, enggak usah bayar," tegasnya.
Berkat kerja keras dan kemauannya untuk memperbaiki usahanya, pasar mulai mempercayakan Nurahman untuk memasok buahnya. Dari situlah pundi-pundi keuangan Nurahman mulai menggunung hingga sukses membuka banyak cabang.
"Sekarang, total karyawan rata-rata 230-an kebanyakan SD SMP dari daerah. Dari awal aku nggak punya modal sama sekali, enggak ada pinjaman bank," ucapnya dengan bangga.