Kisah Mantan Tentara Angkatan Laut Amerika Pilih Tinggal di Thailand karena Biaya Hidup Murah

Dia melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan tinggal diThailand.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Kisah Mantan Tentara Angkatan Laut Amerika Pilih Tinggal di Thailand karena Biaya Hidup Murah
Canggih, Dua Kapal Patroli Dibeli Menhan Prabowo dari Itali Bisa Diubah Jadi Kapal Perang (© 2024 merdeka.com)

Menjadi veteran Angkatan Laut Amerika Serikat, tak selalu menjanjikan secara finansial. Kondisi ini yang kemudian dirasakan oleh Myles Symms-Aur hingga dia nekat hengkang dari Amerika dan memilih untuk tinggal di Thailand.

Dilansir dari Business Insider, Symms mendaftar sebagai anggota Angkatan Laut Amerika di Maryland, saat usianya 21 tahun. Sayangnya, menjadi anggota elit ini, membutuhkan biaya besar untuk menempuh pendidikannya. Sementara Symms hanya berasal dari keluarga serba pas-pasan. Kendati demikian, tekadnya untuk mengubah nasib menjadi lebih baik, lebih besar dibandingkan harga pendidikan yang harus ditempuhnya.

Dengan segala upaya, Symms pun akhirnya bisa membiayai pendidikannya sebagai anggota Angkatan Laut Amerika Serikat. "Saya benar-benar ingin mengubah arah masa depan dan keuangan keluarga saya," ujarnya.

Namun, setelah bertugas selama tiga tahun, ia diberhentikan secara hormat dan menerima tunjangan veteran. Setelah itu, Simms bertahan hidup dengan tabungan dan tunjangan veteran tersebut.

Symms sempat berkiprah di bidang IT dengan penghasilan USD70.000 atau senilai Rp1 miliar, sebelum memutuskan untuk angkat kaki dari Maryland, As. Dia bahkan mendalami ilmu teknologi keamanan siber di University of Maryland Global dan berencana menyelesaikan studinya di Bangkok secara hybrid.

Pada bulan Desember 2023, Myles Symms-Aur memberanikan diri untuk pindah ke Bangkok, Thailand. Menurut Symms, biaya hidup di Bangkok jauh lebih murah dibanding dengan biaya hidup di Marylan, terutama untuk harga sewa apartemen. Kemudian, Symms juga menjelaskan destinasi perjalanan di Bangkok relatif terjangkau.

Keputasan dan risetnya dalam menggali kehidupan di luar negeri tidak sia-sia, sebab ia akhirnya menemukan kenyamanan dan gaya hidup yang baik di Thailand.

Rekomendasi