Kemendag Ngaku Tak Pernah Beri Izin Impor Cangkul

Jumat, 8 November 2019 18:47 Reporter : Merdeka
Kemendag Ngaku Tak Pernah Beri Izin Impor Cangkul Endin Sapriudin memerlihatkan cangkul lokal dan impor. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan terus menguak kasus cangkul impor yang masuk ke Indonesia. Pihak Kemendag mengaku tidak pernah memberi izin impor perkakas dalam bentuk jadi seperti cangkul tersebut.

Berdasarkan Permendag No 30 Tahun 2018 Tentang Ketentuan Impor Perkakas Tangan, impor seperti cangkul tidak boleh dalam bentuk jadi, melainkan bentuk setengah jadi, dalam bentuk plat baja, belum dicat atau diberi merek.

"Dan ini hanya diberikan sekali sebesar 400.000 Kg. Jadi kita tidak pernah memberikan izin impor untuk cangkul jadi. Nah, kalau ada impor cangkul jadi itu berarti melanggar ketentuan," tegas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (8/11).

Dua minggu lalu, pihak Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono juga sudah turun langsung ke lapangan untuk mengamankan cangkul jadi dan perkakas impor ilegal di wilayah Tangerang dan Surabaya.

"Beberapa importir yang diduga mengimpor produk perkakas tangan dalam bentuk jadi itu di dua kota, Surabaya dan Tangerang. Proses saat ini sedang dalam pengamanan dan kami dalami," tegas Veri.

Ketika ditemukan, barang-barang itu juga sudah berada di dalam gudang importir di dua kota tersebut. Pihak Kemendag juga masih belum tahu pintu masuk cangkul ilegal.

"Masuknya kan diduga tak mempunyai surat persetujuan impor. Kalau pelaku-pelaku pengusaha ilegal kan kita enggak tahu pintu masuknya di mana. Jadi ini sedang kita dalami," ucap Veri.

1 dari 2 halaman

Jokowi Marah Indonesia Impor Cangkul

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) memprioritaskan industri dalam negeri daripada barang impor dalam proses produksi. Jokowi pun heran barang-barang yang mampu diproduksi oleh industri kecil dalam negeri, namun justru malah diimpor.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masa masih impor. Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita, kamu buat pacul. Tahun depan saya beli. Ini puluhan ribu ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor," ucap Jokowi dalam pembukaan Rakornas LKPP di JCC Senayan Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi mengatakan bahwa cangkul hanya salah satu barang yang sebenarnya bisa diproduksi, tapi sayangnya malah diimpor. Menurut dia, masih banyak ribuan barang lagi yang juga diimpor.

"Barang lain masih ribuan. Enak banget itu negara yang di mana barang itu kita impor. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, masih impor. impor itu enak karena harganya lebih murah," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Impor Hilangkan Lapangan Kerja

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui bahwa harga barang-barang impor ada yang lebih murah. Namun, apabila pemerintah masih terus menerus impor, ruang untuk menciptakan lapangan kerja akan hilang.

Untuk itu, dia menilai pengadaan barang dan jasa seharusnya bisa dimanfaatkan membangun industri-industri kecil yang berkaitan dengan barang. Dia pun meminta LKPP dapat memetakan mana yang dapat diproduksi di dalam negeri dan yang perlu diimpor.

"Saya lebih senang kalau kita beli barang lokal, meski harganya sedikit lebih mahal. Fasilitasi barang-barang yang produk dalam negeri betul-betul secepatnya bisa masuk e-catalog," tutur dia.

"Kalau yang impor langsung stabilo merah saja enggak usah. Lah gimana kita masih senang impor padahal kita defisit neraca perdagangan," sambung Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu juga meminta agar industri dalam negeri diberikan insentif khusus jika ada produknya yang masuk dalam e-catalogue. Ia juga meminta agar LKPP mempermudah persyaratan agar usaha kecil menengah dapat masuk dalam e-catalog.

"Persulit barang impar impor itu. Impar impor senangnya kita. Setoplah," tegas Jokowi. [idr]

Baca juga:
Menperin Minta Kemendag Hentikan Impor Cangkul
Kemendag Terkejut Temukan Ribuan Cangkul Impor dari China
Menperin Bakal Wajibkan Belanja Cangkul Pemerintah Gunakan Produk Dalam Negeri
Bos Kadin: Impor Cangkul Malu-maluin dan Menyedihkan
Bisa Dihasilkan Sendiri, Mengapa Produk ini Masih Impor?
Kesalnya Presiden Jokowi dan Cerita Kontraktor Dikejar Seperti Hantu

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini