Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pelaku Usaha di Singapura Ambil Langkah Darurat

Jumlah kasus COVID-19 diperkirakan mencapai 25.900 pada minggu 5 hingga 11 Mei 2024.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pelaku Usaha di Singapura Ambil Langkah Darurat
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pelaku Usaha di Singapura Ambil Langkah Darurat (Merdeka.com)

Singapura tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan, memaksa berbagai sektor bisnis untuk menerapkan langkah-langkah darurat guna menjaga operasional dan keselamatan. Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, jumlah kasus COVID-19 diperkirakan mencapai 25.900 pada minggu 5 hingga 11 Mei 2024, hampir dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat 13.700 kasus

Di sektor restoran, House of Seafood di Punggol mengalami kekurangan staf akibat dua kokinya yang terpapar COVID-19. Untuk mengatasi hal ini, restoran tersebut merekrut koki paruh waktu berpengalaman dan meningkatkan upaya sanitasi. Pengawas restoran, Feng Ying, menyatakan bahwa mereka harus menaikkan gaji sekitar 50 persen lebih tinggi dari biasanya untuk menarik staf sementara yang terampil .

Dia mengatakan hal ini untuk memastikan bahwa pelanggan tidak merasakan penurunan kualitas dan rasa dari hidangan yang dijual oleh restoran yang terkenal dengan sajian kepitingnya tersebut.

Sang pengawas menambahkan bahwa tidak mudah untuk menemukan staf paruh waktu yang terampil selama musim yang sibuk ini.

“Kita perlu menaikkan gaji sekitar 50 persen lebih tinggi dari biasanya agar bisa mempekerjakan mereka,” kata Feng dilansir dari Channel News Asia (CNA).

Perusahaan transportasi seperti SG Bus Charter Travel & Tours juga menghadapi tantangan serupa. Direktur perusahaan, Dinesh Dhillon, menjelaskan bahwa pengemudi mereka mengenakan masker N95 dan kendaraan disanitasi dua kali sehari. Perusahaan juga menerapkan jadwal fleksibel dan bekerja dari rumah bagi staf administrasi yang terpapar COVID-19 untuk memastikan kelancaran operasional .

Kementerian Kesehatan Singapura telah meminta rumah sakit umum untuk mengurangi kasus bedah elektif non-darurat dan memindahkan pasien yang sesuai ke fasilitas perawatan transisi atau perawatan di rumah melalui program Mobile Inpatient Care@Home. Langkah ini diambil untuk menjaga kapasitas rumah sakit agar tetap optimal .

Rekomendasi