JK wacanakan impor beras, mentan tunggu instruksi Presiden Jokowi

Mentan mengklaim, selama ini pemerintah sudah menekan angka impor bahan pangan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
JK wacanakan impor beras, mentan tunggu instruksi Presiden Jokowi
Jokowi menanam padi di kalimantan. ©Setpres RI/agus s

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka kemungkinan melakukan impor beras sebagai langkah antisipasi dampak El Nino di penghujung 2015. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku siap melaksanakan impor jika memang diperintahkan langsung Presiden Joko Widodo.

"Jadi persoalan impor tidak impor lihat keadaan nanti, kalau sudah ada perintah nanti baru. Kami kan pembantu presiden, siap melaksanakan kapan saja," ujarnya di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (22/9).

Dia menuturkan, sebenarnya pemerintah telah melakukan antisipasi perubahan cuaca ekstrem dengan meningkatkan produksi dan mengeliminir dampak kekeringan dengan menyalurkan pompa untuk irigasi.

"Kami sudah lakukan upaya keras. Amran meyakini, dampak El Nino tahun ini tidak akan separah 1998. Yang jelas kami (bantu) petani jaga produktifitasnya," tegasnya.

Dia mengklaim, selama ini pemerintah sudah menekan angka impor bahan pangan. "Perlu diketahui bukan saja impor beras no, impor jagung juga penurunan, kedelai impor kurang, daging sama. Kami syukuri beberapa komoditas sudah turun," tutupnya.

‎Sebelumnya, pemerintah membuka kemungkinan untuk impor beras. Mengingat musim kering saat ini mengancam produksi beras di Tanah Air.

"Harus terbuka, ini kan masalahnya kekeringan. Kami tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kami buka kemungkinan itu (impor) secepatnya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla,Jakarta, Senin (21/9).‎

Wapres baru saja menggelar rapat ekonomi di rumah dinas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Kemudian, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumajakti.

"Banyak hal kami bicarakan. Bagaimana kami mengantisipasi kekeringan, bagaimana penyediaan pangan dan sebagainya. Termasuk kemungkinan-kemungkinan menambah stok beras dari luar. Itu kami harus laksanakan semua."

Menurut JK, konsumsi beras nasional mencapai 2,5 juta hingga 3 juta ton per bulan. Sementara stok Bulog hanya 1,5 juta ton.

"Stok 1,5 juta juga bisa sampai akhir tahun untuk raskin."

Rekomendasi