Jaga kebersihan laut, Menteri Susi contoh Afrika berani larang gunakan kantong kresek

Kamis, 3 Mei 2018 20:16 Reporter : Anggun P. Situmorang
Jaga kebersihan laut, Menteri Susi contoh Afrika berani larang gunakan kantong kresek Susi Pudjiastuti. ©Efrimal Bahri

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memimpin acara pelepasan 1.000 ikan Capungan Banggai atau yang biasa dikenal dengan Banggai Cardinal Fish (BCF) dan 25 ekor lobster di bawah ukuran (undersize), di Pantai Kilo Lima, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018.

Ikan Capungan Banggai merupakan ikan endemik dari perairan banggai telah ditetapkan sebagai ikan yang dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No 49 Tahun 2018 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni).

Menteri Susi mengatakan, upaya ini dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian, dan kemaritiman berbasis kearifan lokal dan budaya. Upaya ini juga merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi hayati laut yang status kelestariannya kian terancam.

"Keberlanjutan harus dijaga, lobster bertelur, kepiting bertelur jangan diambil, lepasin lagi kalau tidak sengaja tertangkap. Satu kepiting, satu lobster yang bertelur itu kalau dilepas mungkin bisa menetaskan paling sedikit 1.000 ekor," ujar Menteri Susi melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (3/5).

"Seekor bibit yang dihasilkan dapat tumbuh menjadi seberat 0,5 kg, dengan demikian 1.000 ekor bibit yang dihasilkan oleh seekor induk dapat tumbuh menjadi 500 kg lobster atau kepiting yang bernilai tinggi," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Susi juga membuka secara resmi aksi bersih pantai dan laut yang dilakukan oleh penyelam dan penanaman pohon ketapang. Hal ini sejalan dengan pencanangan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) yang meliputi daerah Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Banggai Laut dengan luas sekitar 869.000 hektar.

Menteri Susi memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat Banggai untuk menjaga kebersihan laut. "Saya harus akui Pak Bupati dan masyarakat Banggai, dari beberapa kabupaten yang saya kunjungi beberapa waktu belakangan, lautnya Banggai inilah yang paling bersih. Tolong dijaga, jangan dikotori sampah plastik. Jangan nangkap ikan pakai portas, pakai bom," jelasnya.

Guna menjaga laut tetap bersih, Menteri Susi juga mengajak masyarakat untuk mengganti pola hidup dengan beralih dari penggunaan kantong plastik ke material yang lebih ramah lingkungan seperti kantong belacu, ganepo, atau kantong kain.

"Rwanda, negeri di Afrika yang agak tertinggal saja mereka berani melarang kantong kresek untuk bungkus-bungkus. Kita sekarang beli cabe 1 ons pakai kantong kresek, beli pisang goreng 2 potong pakai kantong kresek, iya enggak? Bisa mulai dihilangkan enggak," kata Menteri Susi.

Selain itu, Menteri Susi juga meminta agar masyarakat menjaga hutan bakau sebagai tempat bertelur ikan dan komoditas-komoditas perikanan lainnya. "Tuhan itu luar biasa Maha Besar dan Maha Penyayang sama kita umat-Nya semua. Kalau orang selalu mensyukuri nikmat Tuhan insya Allah semua alamnya akan ramah, gampang cari makan, ikan ada, tanam apapun, padi, tanahnya subur. Pasti kita akan diberikan jalan selalu oleh Tuhan," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini