Inovasi Digital UGM: Teknologi Citra Satelit Pantau KSPP, Kunci Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Krisis Global

Akademisi UGM menyebut inovasi digital ketahanan pangan, seperti citra satelit dan AI, adalah solusi vital untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis global. Bagaimana teknologi ini bekerja?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Inovasi Digital UGM: Teknologi Citra Satelit Pantau KSPP, Kunci Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Krisis Global
Akademisi UGM menyebut inovasi digital ketahanan pangan, seperti citra satelit dan AI, adalah solusi vital untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis global. Bagaimana teknologi ini bekerja? (AntaraNews)

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dwi Apri Nugroho, baru-baru ini menyoroti peran krusial inovasi digital. Ia menyatakan bahwa teknologi seperti citra satelit, big data, dan kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi solusi utama. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global yang semakin nyata.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Bayu dalam keterangannya di Yogyakarta pada hari Minggu (12/10). Menurutnya, kehadiran inovasi digital ini sangat vital. Teknologi modern mampu mengatasi kebutuhan data yang akurat, nyata, dan real-time di sektor pertanian.

Pengembangan teknologi digital di bidang pertanian diharapkan mampu membantu pemerintah. Sistem ini akan memantau kondisi ketersediaan serta kebutuhan pangan secara lebih cepat dan akurat. Ini menjadi langkah strategis menghadapi tantangan luasnya wilayah Indonesia.

Fokus Penerapan Teknologi Digital di Lumbung Pangan

Bayu Dwi Apri Nugroho menilai bahwa luasnya wilayah geografis Indonesia menjadi tantangan signifikan. Pemerintah kesulitan dalam memperoleh informasi valid dan tepat waktu mengenai kondisi pangan. Oleh karena itu, penerapan teknologi modern ini perlu difokuskan pada wilayah-wilayah prioritas. Wilayah ini merupakan lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis.

"Saya kira fokus penerapan teknologi ini dapat diawali melalui wilayah prioritas," ujar Bayu. Pemantauan secara real-time sangat penting untuk Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Beberapa KSPP yang disebutkan meliputi Papua Selatan, Papua, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, hingga kawasan barat seperti Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Dengan memprioritaskan wilayah-wilayah ini, pemerintah dapat mengoptimalkan sumber daya. Penggunaan inovasi digital akan lebih efektif dalam memantau produksi dan distribusi pangan. Hal ini juga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Tantangan dan Adaptasi Inovasi Digital untuk Petani

Dari perspektif teknologi pertanian, sistem modernisasi dapat secara signifikan membantu kinerja petani. Inovasi digital ini mempermudah masyarakat dalam mengelola produksi pangan. Namun, Bayu mengakui adanya tantangan besar dalam pengembangannya. Terutama pada aspek penyampaian informasi hasil sistem digital kepada para petani di lapangan.

"Karenanya yang perlu dikembangkan lagi adalah tata laksana penyampaian informasi yang dihasilkan oleh sistem ke target penerima," jelasnya. Tingkat pendidikan dan kemampuan petani yang beragam menjadi faktor penting. Ini harus diperhatikan secara serius dalam penerapan teknologi digital.

Metode dan alat penyampaian informasi harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat pertanian. Tujuannya agar hasil inovasi benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal. "Perlu dipikirkan bagaimana cara dan metodenya supaya tepat sasaran dan benar-benar membantu petani," kata Bayu. Ini memastikan bahwa teknologi dapat diakses dan dipahami oleh semua lapisan petani.

Urgensi Inovasi Digital dalam Menghadapi Krisis Pangan

Di tengah berbagai tantangan pertanian saat ini, kebutuhan akan inovasi digital menjadi suatu keharusan. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan rendahnya regenerasi petani adalah masalah serius. Semua faktor ini mengancam stabilitas ketahanan pangan nasional.

Inovasi digital menawarkan solusi konkret untuk mengatasi kompleksitas ini. Teknologi seperti citra satelit dan AI dapat memberikan data prediktif. Ini membantu petani dan pemerintah dalam merencanakan produksi dan mitigasi risiko.

"Setidaknya akan membantu memecahkan tantangan-tantangan di sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan," tegas Bayu. Dengan demikian, investasi dan pengembangan inovasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ini demi masa depan ketahanan pangan Indonesia yang lebih kuat dan mandiri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi