InJourney Aviation Services (IAS) telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut periode Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah dengan mengerahkan ribuan personel. Sebanyak 15.400 petugas gabungan disiagakan untuk memberikan pelayanan optimal di 35 bandara di seluruh Indonesia.
Pengerahan personel ini merupakan bagian dari komitmen IAS untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik selama musim liburan. Fokus utama adalah pada peningkatan kualitas layanan serta efisiensi operasional di berbagai titik vital bandara.
Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya, menyatakan bahwa persiapan ini mencakup aspek sumber daya manusia dan teknologi. Posko gabungan juga akan diaktifkan untuk memantau situasi secara real-time.
Advertisement
Advertisement
Total 15.400 personel gabungan dari InJourney Aviation Services (IAS) akan bertugas selama periode Pelayanan Lebaran 2026. Petugas tersebut terdiri dari tim ground handling dan kebersihan, yang siap melayani di 25 bandara utama.
Selain sumber daya manusia, IAS juga mempersiapkan perlengkapan pendukung serta teknologi operasional yang lebih baik. Pemanfaatan platform digital menjadi kunci dalam strategi ini, termasuk aplikasi Karlis untuk kargo dan dashboard monitoring layanan.
Dashboard monitoring ini berfungsi untuk memantau kualitas servis secara real-time, memastikan setiap aspek pelayanan terpantau dengan baik. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah dengan cepat.
Advertisement
Khusus di bandara besar seperti Soekarno-Hatta, penambahan personel PSA (Petugas Pelayanan Angkutan) dilakukan. Mereka bertugas mengarahkan penumpang, memberikan informasi, serta mengurai penumpukan di fasilitas umum seperti toilet dan area parkir.
Advertisement
Strategi utama InJourney Aviation Services dalam menghadapi Pelayanan Lebaran 2026 mencakup streamlining proses operasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi hambatan dalam alur kerja bandara.
Sebagai wujud komitmen, IAS membentuk Posko Gabungan yang akan beroperasi di 35 bandara. Posko ini mulai aktif dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, menjamin pengawasan ketat selama puncak arus mudik dan balik.
Struktur pengawasan posko melibatkan control tower di empat regional yang akan memantau sekitar 35 stasiun atau bandara. Sistem ini memungkinkan koordinasi yang efektif antarbandara dan respons cepat terhadap situasi darurat.
Advertisement
Komitmen IAS dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran kali ini juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif. Tujuannya adalah memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Advertisement
InJourney IAS juga membuktikan komitmennya dengan meluncurkan beberapa operasional Ground Support Equipment (GSE) berteknologi terbaru. Peralatan modern ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan pesawat serta bagasi.
Pemanfaatan platform digital, seperti aplikasi Karlis untuk kargo, menjadi salah satu inovasi penting. Aplikasi ini memungkinkan pengelolaan kargo yang lebih efisien dan transparan.
Dashboard monitoring layanan juga berperan vital dalam memantau kualitas servis secara real-time. Hal ini memungkinkan manajemen untuk segera mengambil tindakan korektif jika ditemukan adanya penurunan standar layanan.
Advertisement
Fokus pada peningkatan layanan penumpang juga terlihat dari upaya mengurai penumpukan di berbagai fasilitas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi antrean panjang atau ketidaknyamanan yang berarti bagi para pemudik.
Sumber: AntaraNews