Ini rahasia Menteri Basuki dalam penciptaan bangunan ikonik di tiap daerah

Kamis, 23 Agustus 2018 19:18 Reporter : Merdeka
Ini rahasia Menteri Basuki dalam penciptaan bangunan ikonik di tiap daerah Jembatan Holtekamp. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan penataan lingkungan dan kawasan yang menyatu dengan pembangunan infrastruktur utama akan menjadikan proyek tersebut sebagai ikon atau landmark suatu kawasan. Adopsi budaya dan kondisi setempat dalam pembangunan infrastruktur pun sangat penting agar pembangunan dapat diterima oleh masyarakat dan meningkatkan manfaat infrastruktur.

"Sebagai ilustrasi, sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan sejak dulu dipergunakan sebagai moda transportasi utama. Fungsi ini akan terganggu saat dibangun bangunan air melintang sungai," urainya di Jakarta, Kamis (23/8).

"Adopsi budaya lokal ke dalam infrastruktur juga dilakukan pada desain pembangunan kawasan Jembatan Holtekamp di Provinsi Papua dan pada Bendungan Raknamo di Provinsi Nusa Tenggara Timur," Menteri Basuki menambahkan.

Dia melanjutkan pembangunan infrastruktur yang kini sedang giat dikerjakan pemerintah juga turut memperhatikan pemanfaatan material lokal. Hal ini agar pembangunan turut mengedepankan aspek ramah lingkungan.

"Hal penting lain yang selalu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan adalah mengadaptasikan kekayaan budaya setempat ke dalam desain infrastruktur," kata dia.

Sebagai contoh, dia menyatakan, beberapa provinsi di Pulau Kalimantan tidak memiliki batu pecah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Untuk mengatasi kondisi ini, dikembangkan berbagai teknologi berbasis material lokal dalam pembangunan infrastruktur, salah satunya memanfaatkan keberadaan sumber daya kayu lontar.

"Batang pohon lontar juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan pembuatan rumah," ungkap dia.

Dia menyebutkan, basis teknologi ramah lingkungan lain yang juga bisa dipakai antara lain pemanfaatan sandbase lapis pondasi aspal sebagai pondasi badan jalan, timbunan ringan dengan material dasar utama pasir untuk badan jalan di atas tanah lunak, serta Hot Mix Lawele Granular AsButon dan Cold Paving Hot Mix AsButon untuk pengerasan jalan.

"Itu juga akan membangkitkan destinasi wisata baru, memicu pertumbuhan ekonomi lokal, dan membangun rasa memiliki serta menambah kemanfaatan infrastruktur," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini