Industri Cangkang Sawit Dinilai Punya Prospek Besar Bagi Indonesia

Senin, 20 Juni 2022 16:38 Reporter : Siti Nur Azzura
Industri Cangkang Sawit Dinilai Punya Prospek Besar Bagi Indonesia Kelapa Sawit. Abdul Sani ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri cangkang sawit dinilai memiliki prospek yang besar bagi Indonesia karena mampu meningkatkan neraca perdagangan Indonesia. Permintaan ekspor cangkang sawit telah meningkat secara dramatis dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, dan harganya juga semakin meningkat.

Presiden Direktur PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) Yoshiyuki Kawamura mengatakan, cangkang sawit merupakan alternatif energi atau bahan bakar baru yang sudah diakui oleh dunia untuk menggantikan batubara di tengah kebutuhan dekarbonisasi dan pengurangan emisi.

"Dalam masyarakat modern saat ini, semua aktivitas sangat bergantung pada energi. Di sisi lain, negara-negara di seluruh dunia mendukung keberlanjutan lingkungan global. Tujuan kami ialah ikut menjaga lingkungan global dengan mengurangi bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Karena itulah kami berfokus pada cangkang sawit, yang mana merupakan bahan bakar biomassa sehingga kami bisa secara siginifikan mengurangi emisi karbon," kata Yoshiyuki di Jakarta, Senin (20/6).

Saat ini, PT SKY sedang mengembangkan project terbarunya berupa Black Pellet, sebuah energi baru yang juga merupakan bahan bakar biomassa untuk generasi selanjutnya dan berpotensi tumbuh menjadi industri seperti cangkang sawit.

"Black Pellet yang kami kembangkan menggunakan material yang belum terindustrialisasi di Indonesia saat ini. Kami akan melakukan eksperimen pembuatan Black Pellet kami di Buton, membangun Demo Plant, dan menarik orang-orang dari seluruh dunia dalam waktu dekat," imbuhnya.

Dia bercerita, ketika dirinya pertama kali mengunjungi Buton, dia memiliki cita-cita untuk membuat bisnis cangkang sawit dan ingin sukses di bidang ini. Kemudian sejak satu setengah tahun lalu pada awal tahun 2021, dia pun berhasil memulai bisnis ini dan membangun stockpile di Tanjung Buton.

"Sebelumnya kami telah mengekspor tiga kali ke Jepang dan beberapa negara lainnya, di mana kami memiliki berbagai pengalaman, pengetahuan dan keberhasilan sekaligus kegagalan. Dan sekarang, kami akan mengekspor untuk keempat kalinya sehingga PT SKY telah mengekspor sedikitnya 44 ribu MT cangkang sawit dalam empat kali pengapalan," katanya.

PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) sendiri adalah perusahaan joint venture (JV) 2 perusahaan, yaitu Hayashiroku Co Ltd (Osaka, Jepang) dan The Sakura Green Ltd (Osaka, Jepang). Kedua perusahaan ini bersepakat untuk pengolahan dan ekspor cangkang sawit untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik tenaga biomassa dan industri di Jepang.

"Banyak pembangkit listrik biomassa yang akan dimulai dalam 10 tahun ke depan dan akan terus meningkat di Jepang. Kami bertujuan untuk berinvestasi jangka panjang di Buton dan mengekspor cangkang sawit ke Jepang untuk waktu yang lama. Diharapkan agar hubungan kedua negara (Jepang dan Indonesia) berkembang secara signifikan di bawah hubungan saling percaya," jelas Wakil Presiden Yamashina Masami sebagai perwakilan Hayashiroku Co.,Ltd. [azz]

Baca juga:
Pengusaha Mulai Investasi di Energi Baru Terbarukan
Indonesia Perlu Pembiayaan Lembaga Global untuk Dorong Transisi Energi
Strategi Kementerian ESDM Penuhi Target Bauran Energi Terbarukan 23 Persen di 2025
Denmark Tertarik Investasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Indonesia
Kebijakan Pembatasan Kapasitas PLTS Atap Buat Listrik Matahari Tak Menarik
Indonesia Tawarkan Amerika Kerja Sama Energi Terbarukan di IKN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini