Incar Investor Asing, Bursa Berjangka Jakarta Perluas Kerja Sama

Kamis, 5 Desember 2019 20:28 Reporter : Dwi Aditya Putra
Incar Investor Asing, Bursa Berjangka Jakarta Perluas Kerja Sama saham. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) tengah memperluas kerjasama dengan beberapa bursa berjangka luar negeri. Kerja sama ini nantinya diharapkan bisa menarik investor asing untuk masuk ke perdagangan berjangka dalam negeri.

Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus mengatakan kerja sama ini nantinya tidak hanya untuk memperdagangkan kontrak berjangka dari bursa luar ke dalam negeri, tetapi kerja sama ini juga berpotensi membuat kontrak komoditas dalam negeri dapat diperdagangkan juga di luar negeri, khususnya di Asia Tenggara.

"Jika nantinya minat investor asing membuat perdagangan bursa berjangka menjadi ramai, maka Indonesia semakin cepat mencapai mimpi untuk menjadi acuan harga komoditas dunia," katanya di Jakarta, Kamis (5/12).

Seperti diketahui, Indonesia merupakan produsen dan eksportir terbesar di dunia untuk beberapa komoditas, seperti kelapa sawit, karet, nikel, dan timah sehingga potensi untuk menjadi harga acuan komoditas sangat besar.

Di samping itu, untuk menggaet investor asing pihaknya bersama dengan PT Mentari Mulia Berjangka, pialang resmi terkemuka di perdagangan berjangka derivatif, akan menyelenggarakan Indonesia Derivative Reach International Market Summit 2019. Forum internasional ini akan menghadirkan pembicara bertaraf global di bidang bursa berjangka.

Presiden Direktur PT Mentari Mulia Berjangka, Ofik Taufiqurohman menambahkan, selain panel diskusi dalam forum internasional itu PT Mentari Mulia Berjangka Peking University akan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang derivatif dan perdagangan berjangka.

1 dari 1 halaman

Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi

Nota kesepahaman juga akan diteken antara PT Mentari Mulia Berjangka dengan First Gold sebagai penasihat dan konsultan di perdagangan berjangka. Sejumlah kesepakatan itu diarahkan kepada pengembangan PBK dalam negeri dan edukasi kepada masyarakat luas.

"Mentari Mulia Berjangka bersinergi dan berkomitmen untuk terus melanjutkan edukasi tentang derivatif dan perdagangan berjangka demi mengembangkan potensi pasar derivatif di Indonesia hingga internasional. Kami berkomitmen membangun dan memperkuat SDM yang handal serta membuat inovasi baru dalam pelayanannya kepada nasabah, agar dapat lebih kompetitif di dunia perdagangan berjangka komoditi. juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi perihal perdagangan berjangka komoditi kepada masyarakat umum ujarnya.

Seperti diketahui, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), sebagai salah satu bentuk investasi di antara beragam pilihan, kian menarik perhatian para pengelola dana. Jumlah investor PBK pun terus meninggi seiring dengan signifikannya potensi keuntungan dari produk yang ditransaksikan di Bursa Berjangka.

Berdasarkan undang-undang No. 10/2011 amandemen dari undang-undang No. 32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menyatakan bahwa PBK adalah segala sesuatu yang berkaitan jual beli komoditas dengan penarikan margin dengan penyelesaian kemudian berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah dan atau kontrak derivatif lainnya.

Dalam hal ini, komoditi merupakan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai subyek kontrak berjangka untuk derivatif syariah dan atau kontrak derivatif lainnya yang diatur dengan peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Komoditi yang ditransaksikan pun berbagai macam, mulai dari produk primer seperti produk pertanian, pertambangan, dan energi, hingga berbagai produk finansial seperti indeks saham dan mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan foreign exchange (forex).

Semakin tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam PBK ditandai dengan tren lonjakan volume transaksi kontrak multilateral dan kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) baik di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) maupun Bursa Berjangka Derivatif Indonesia (BKDI) dalam beberapa tahun terakhir.

Data Bappebti menunjukkan bahwa transaksi BBJ dan BKDI pada 2016 mencapai 7.012.220 lot atau meningkat 6,40 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2018, peningkatannya mencapai 25,20 perssn atau menjadi 8.821.762 lot.

Adapun, volume transaksi kontrak berjangka pada Januari--Agustus 2019 tercatat sebesar 7.043.116 Lot. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat seiring masifnya upaya sosialisasi dan edukasi terkait pilihan investasi PBK. [idr]

Baca juga:
Menko Luhut soal Ledakan di Monas: Di AS Tembak Mati Enggak Ribut
Bos BEI Sebut Ledakan di Monas Tak Pengaruhi IHSG
MRT Jakarta Siap Melantai di Bursa Saham di 2022
Angkasa Pura II Kuasai Saham Gapura Angkasa
Melantai di Bursa Saham, Perusahaan Pembalut Wanita Ini Incar Rp1,2 Triliun

Topik berita Terkait:
  1. Bursa Saham
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini