Hadapi Krisis Finansial, Startup Diminta Jangan Bakar Uang

Senin, 7 Oktober 2019 14:46 Reporter : Merdeka
Hadapi Krisis Finansial, Startup Diminta Jangan Bakar Uang krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Bank Dunia (World Bank) menyebut krisis finansial diprediksi baru mulai pada tahun 2020 dan 2021. Untuk itu, pelaku startup disarankan untuk gencar mengumpulkan dana serta jangan sibuk bakar uang, sebab funding akan sulit dicari.

"Pertama, raih pendanaan ketika masih tersedia ketimbang menunggu sampai saat akhir. Dan saya pikir hal yang lebih penting adalah membangun model bisnis yang sustainable. Kamu tidak bisa hanya terus menggelontorkan uang agar tumbuh, tumbuh, dan tumbuh," ujar Joint Head, Investment Group Temasek Rohit Sipahimalani di Google Indonesia, Jakarta, Senin (7/10).

Menurutnya, sah-sah saja jika startup ingin berinvestasi ke pertumbuhan, tetapi mereka harus sadar bahwa memiliki bisnis sustainable lebih penting saat ada krisis finansial. "Kamu tidak bisa berpikir soal membakar (uang) selamanya, karena uang tidak akan selalu tersedia," tegasnya.

Dia mencatat, pendanaan pasti akan menurun pada saat ada krisis, tetapi wilayah Asia Tenggara tak akan terlalu terkena dampak keras dari krisis maupun perang dagang. Hal itu berkat pertumbuhan ekonomi yang sirkular dan kekuatan konsumsi domestik.

Jumlah investment deal pada sektor digital di Indonesia pada semester I tahun ini menurun dari periode sama tahun lalu, yakni dari 157 ke 125. Penyebabnya karena investor memilih menaruh dana ke unicorn, sehingga aliran dananya sebetulnya tetap sama besar, meski stagnan, yakni USD 1,8 miliar.

Total pendanaan ekonomi digital di Indonesia pada tahun lalu juga lebih tinggi dari mayoritas negara ASEAN. Tahun lalu Malaysia hanya mendapat USD 400 juta dan Vietnam mendapat USD 35 juta, sementara yang paling tinggi adalah Singapura yakni USD 9,1 miliar.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini