Gas 3 Kg di Agen Semarang Kosong Akibat Banjir, Masih Ada yang Jual Lebih Mahal dari HET

Ada juga informasi warga penyandang tuna netra mengalami kesulitan mencari gas 3 Kg di agen.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Gas 3 Kg di Agen Semarang Kosong Akibat Banjir, Masih Ada yang Jual Lebih Mahal dari HET
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menjamin pasokan LPG 3 Kg di Kaltara aman dan terdistribusi lancar sesuai HET, serta mengimbau masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi dan tidak panic buying. (© 2025 Antaranews)

Sejumlah agen gas elpiji atau LPG 3 kilogram kosong karena kondisi banjir di Kawasan Industri Terboyo Semarang. Bahkan ditemukan pengecer masih menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) hingga ada penyandang tuna netra diminta ganti gas 5,5 Kg.

Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Perwakilan Jateng, Sabarudin Hulu mengatakan, untuk memastikan hadirnya negara dalam memberikan pelayanan kepada publik, pihaknya terjun langsung dan meminta keterangan masyarakat sebagai pengguna LPG 3 kg, termasuk kepada pengecer, pangkalan, dan agen gas elpiji 3 Kg untuk memantau distribusi gas di berbagai titik di Semarang.

"Para agen gas sudah jelaskan kepada kami. Bahwa ketersediaan LPG 3 Kg kosong karena terkendala banjir di Kawasan Industri Terboyo, di mana kapal tidak dapat melakukan pengiriman," kata Sabarudin Hulu.

Dalam pantauan di sejumlah tempat agen gas, pihaknya menemukan fakta kalau harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di pangkalan dengan harga Rp18.000 per tabung. Tidak lupa, dia juga menghimbau pengecer dilarang menjual elpiji 3 kilogram melebihi HET.

"Realisasi harga di masyarakat pengecer menjual harga Rp22.000-Rp23.000. Alasannya mereka diantar ke rumah warga dan membutuhkan biaya tambahan jasa," ungkapnya

Ada juga informasi warga penyandang tuna netra mengalami kesulitan mencari gas 3 Kg di agen. Karena tak ada gas, oleh agen disarankan untuk membeli elpiji ukuran 5,5 Kg. Setelah beberapa hari kembali cari akhirnya dapat tabung gas elpiji 3 kilogram dengan harga Rp25.000.

"Kalau terkait harga tidak masalah selama ketersediaan aman dan telah dikaji oleh pemerintah, saya keberatan bila harus diganti ke gas non subsidi karena harga terlalu mahal," jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Tengah AKBP Arif Budiman mengatakan sedang memantau pendistribusian elpiji 3 kilogram selama dua hari di sejumlah agen gas. Langkah itu untuk memastikan kebijakan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

"Kami memastikan bahwa seluruh mekanisme distribusi elpiji 3 kilogram berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan," kata dia.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina Region Jawa Bagian Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, ada beberapa penyesuaian penting dalam pola distribusi elpiji.

Di antaranya perubahan alokasi distribusi yang kini langsung ke konsumen akhir serta diperbolehkannya pengecer kembali menjual elpiji 3 kilogram dengan regulasi yang ketat. Tak ada indikasi penyalahgunaan maupun kendala distribusi yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Harga elpiji 3 kilogram masih sesuai HET. Ini merupakan hasil pemantauan di Kabupaten Grobogan, Kendal, Sukoharjo dan Cilacap. Tidak ada antrean panjang dan kelangkaan tabung gas yang mencolok," ungkapnya.

Pihaknya tetap melakukan pengawasan intensif untuk mencegah adanya praktik penyalahgunaan, seperti penimbunan atau penjualan dengan harga di atas HET. "Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum yang tegas,” pungkasnya.

Rekomendasi