Freeport bakal fokus ke tambang bawah tanah, ini pesan peneliti
Merdeka.com - Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan ke depan, PT Freeport Indonesia akan lebih fokus mengarap proyek pertambangan bawah tanah (sistem block caving) untuk tahun bisnis 2019.
"Tahun 2019 Freeport fokus pada tambang dalam (bawah tanah)," kata dia dalam diskusi Skenario Bisnis Pasca Akuisisi Freeport, di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (17/9).
Menurut dia, Freeport memiliki 5 bawah tambang bawah tanah dengan cadangan yang sangat besar. Tambang bawah tanah inilah yang akan lebih fokus digarap selain wilayah tambang terbuka terbuka di Grasberg.
Menanggapi hal ini, Chairman Indonesian Mining Institute (IMI), Irwandy Arif mengatakan proses penambangan bawah tanah ini membutuhkan teknologi canggih serta ketersediaan SDM yang mumpuni.
Karena itulah tantangan yang masih harus dihadapi oleh Indonesia pasca divestasi saham Freeport adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan penambangan bawah tanah.
"Saya lihat bahwa kita sudah mau masuk ke tambang bawah tanah. Ada tiga jenis batuan di dalamnya. Ada yang keras ada yang lunak ada yang basah. Yang keras dan lunak itu tidak ada problem. Yang basah ini," kata dia.
"Itu menggunakan mesin-mesin automatic, loder, dozer. Teknologinya, semua dari luar," lanjut dia.
Karena itulah peningkatan kualitas SDM dalam negeri, terutama dalam bidang penguasaan teknologi perlu dilakukan sehingga operasi Freeport paska divestasi benar-benar dilakukan oleh anak bangsa.
"Itu makanya masih ada TKA (Tenaga Kerja Asing), mereka yang menguasai sistem otomatisasinya. Itu memang kekurangan kita," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya