Fakta Unik: Waskita Karya Garap Proyek Rp415 Miliar, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Banten Demi Ketahanan Pangan Nasional
Waskita Karya raih kontrak rehabilitasi jaringan irigasi Banten senilai Rp415,44 miliar, menjamin ketersediaan air dan ketahanan pangan. Simak detail proyek vital ini!
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berhasil meraih kontrak baru yang signifikan untuk proyek rehabilitasi jaringan irigasi. Proyek ini berlokasi di Provinsi Banten dan bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan total nilai kontrak mencapai Rp415,44 miliar, Waskita Karya akan merehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (DI) di beberapa wilayah. Pengerjaan proyek vital ini diharapkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan, yaitu antara September hingga Desember 2025.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan amanah besar. Manfaatnya akan langsung dirasakan oleh para petani di Banten untuk meningkatkan hasil panen.
Waskita Karya Perkuat Portofolio Sumber Daya Air di Banten
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kembali memperkaya portofolio proyek Sumber Daya Air (SDA) mereka. Kali ini, fokus utama adalah rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Daerah di Provinsi Banten. Proyek ini terbagi dalam tiga paket utama, yaitu Paket I, III, dan IV.
Total nilai kontrak yang berhasil diraih Waskita Karya untuk ketiga paket tersebut mencapai Rp415,44 miliar. Pengerjaan proyek ini direncanakan akan rampung dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Jadwal penyelesaiannya adalah mulai September hingga Desember 2025.
Dhetik Ariyanto, Direktur Operasi II Waskita Karya, menekankan pentingnya proyek ini. Rehabilitasi jaringan irigasi Banten menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian. Hal ini secara langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Cakupan Luas dan Manfaat Langsung bagi Petani
Rehabilitasi jaringan irigasi ini mencakup area yang sangat luas di Provinsi Banten. Pada Paket I, terdapat sepuluh Daerah Irigasi di Kabupaten Serang dan Kota Serang yang akan direhabilitasi. Luas total area yang terdampak mencapai lebih dari 2.500 hektare.
Sementara itu, Paket III akan fokus pada enam Daerah Irigasi di Kabupaten Lebak. Total luas lahan yang akan diperbaiki dalam paket ini adalah 2.678 hektare. Selanjutnya, Paket IV mencakup tiga Daerah Irigasi di Lebak dan Kota, dengan total luas menembus 2.825 hektare.
Dhetik Ariyanto mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan ini. "Kami merasa bangga dapat dipilih untuk mengerjakan proyek ini, karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para petani," ujarnya. Terutama bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Banten.
Dengan rehabilitasi ini, petani diharapkan dapat menikmati aliran air yang lebih lancar dan terjamin. Hal ini akan mengoptimalkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air. Pada akhirnya, proyek ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Inovasi Teknologi Waskita Karya untuk Irigasi Berkelanjutan
Waskita Karya berkomitmen untuk tidak hanya menyelesaikan proyek, tetapi juga melakukannya dengan inovasi. Sebagai BUMN penyedia jasa konstruksi, mereka telah berpengalaman lebih dari 64 tahun. Inovasi ini bertujuan agar pengerjaan proyek lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Dalam pengerjaan jaringan irigasi ini, Perseroan akan mengimplementasikan teknologi digital. Mereka juga akan menggunakan material modern yang berkualitas tinggi. Tujuannya adalah memastikan bahwa petani tetap terlayani dengan baik selama proses proyek berlangsung.
Keberhasilan rehabilitasi jaringan irigasi Banten ini diharapkan dapat memperkokoh upaya pemerintah. Ini sejalan dengan visi mewujudkan swasembada pangan yang berdaya saing bagi masa depan. Proyek ini menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan tersebut.
Sumber: AntaraNews