Universitas Diponegoro (Undip) Semarang telah meresmikan hotel berbintang kedua miliknya, yang berlokasi di Kampus Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Fasilitas akomodasi ini akan dioperasikan oleh jaringan Horison Grup, menambah daftar aset produktif yang dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut.
Peresmian hotel ini menandai langkah strategis Undip dalam mengembangkan potensi kampusnya, khususnya di wilayah pesisir yang selama ini dikenal sebagai pusat riset kelautan dan perikanan. Kehadiran hotel ini diharapkan dapat mendukung aktivitas akademik dan penelitian, sekaligus membuka peluang baru dalam sektor pariwisata.
Rektor Undip, Prof. Suharnomo, menjelaskan bahwa pembangunan hotel ini merupakan upaya untuk melengkapi fasilitas di Kampus Teluk Awur, setelah sebelumnya Undip juga memiliki hotel di kampus Tembalang. Inisiatif ini sejalan dengan visi Undip untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mandiri secara finansial.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan hotel berbintang di Kampus Teluk Awur merupakan hotel kedua yang dimiliki oleh Undip, setelah hotel pertama beroperasi di kampus Tembalang. Kampus Teluk Awur sendiri memiliki keunikan sebagai satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki wilayah laut seluas 23 hektare, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan riset kelautan.
Prof. Suharnomo menegaskan bahwa orientasi riset di Kampus Teluk Awur adalah 'coastal development', fokus pada pengembangan wilayah pesisir. Berbagai riset inovatif telah dilakukan di sini, termasuk pengembangan udang vaname, nila salin, hingga padi biosalin yang adaptif terhadap lahan tergenang rob atau air laut.
Dengan penambahan fasilitas seperti Horison Resort Antawirya Jepara ini, Undip berharap dapat menyediakan lingkungan yang komprehensif bagi para peneliti. "Mudah-mudahan ini laboratoriumnya bagus, kemudian fasilitasnya untuk tinggal bagus juga," ujar Prof. Suharnomo, menyoroti pentingnya fasilitas penunjang riset yang memadai.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran hotel ini ditargetkan untuk melayani berbagai segmen pasar, khususnya para peneliti internasional yang sering berkunjung ke Kampus Teluk Awur. Peneliti dari negara-negara seperti Jepang, Taiwan, dan Finlandia kerap datang untuk melakukan riset, sehingga fasilitas akomodasi yang nyaman akan menjadi nilai tambah signifikan.
Selain itu, Prof. Suharnomo juga berharap hotel ini dapat menjadi pilihan utama bagi keluarga yang mencari destinasi liburan. "Kami berharap ini menjadi hotel yang menjadi pilihan keluarga. Selain juga tentu saja tadi, 'captive market' kami adalah para peneliti di seluruh dunia," tambahnya.
Ke depan, Undip berencana untuk mengembangkan fasilitas di Kampus Teluk Awur dengan menambahkan lapangan mini golf, snorkeling, dan diving. Rencana ini bertujuan untuk menjaring pasar dari kawasan sekitar seperti Jepara, Kudus, Demak, dan Semarang, menawarkan paket komplit yang menggabungkan edukasi, riset, dan rekreasi.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, lokasi hotel ini merupakan mess mahasiswa, namun Horison Grup melihat potensi bisnis yang besar di Kampus Teluk Awur. Vice President Commercial PT Metropolitan Golden Management (MGM), Refino Mutshernar, menjelaskan bahwa Undip tidak hanya ahli di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki rekam jejak yang baik dalam bisnis, seperti rumah sakit, pom bensin, dan tambak udang.
Horison Grup tertarik pada potensi wisata perikanan yang bisa dikembangkan di lokasi tersebut, memanfaatkan fasilitas tambak udang yang sudah ada. "Lalu terhadap pariwisata yang lain, tentu tadi sudah ada water spot gitu, ada perahu nelayan. Kemudian pasar nelayan, kami di-'support' ikan oleh masyarakat, lalu ada akan acara di pinggir pantai. Jadi, akan 'relate' semua," kata Refino.
Kerjasama dengan Undip menjadikan kampus ini yang kedua bagi Horison Grup dalam pengelolaan hotel, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Fenomena ini mencerminkan tren di mana perguruan tinggi, terutama yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), diwajibkan untuk berbisnis dan mengubah aset yang tadinya 'cost center' menjadi 'profit center'.
Advertisement
Sumber: AntaraNews