Sulawesi Utara mencatat lonjakan signifikan dalam kunjungan wisatawan mancanegara, dengan turis China mendominasi angka tersebut hingga September 2025. Peningkatan ini mencapai 46 persen, menunjukkan daya tarik kuat provinsi ini di mata pelancong internasional. Fenomena ini tidak lepas dari upaya kolaboratif pemerintah daerah dan maskapai penerbangan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengonfirmasi data tersebut pada Selasa (08/10). Ia menjelaskan bahwa "Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mencatat peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan mancanegara dalam beberapa bulan terakhir, dari data yang ada sampai dengan September 2025 sebesar 46 persen." Kenaikan drastis ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Sulawesi Utara.
Faktor utama di balik dominasi turis China adalah keberadaan penerbangan langsung dari berbagai kota besar di China, seperti Fuzhou, Guangzhou, dan Kunming, menuju Bandara Sam Ratulangi. Pembukaan rute-rute baru ini telah mempermudah akses bagi wisatawan, menjadikan Sulawesi Utara destinasi yang lebih mudah dijangkau dan menarik untuk dikunjungi.
Advertisement
Advertisement
Data terbaru menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara mengalami peningkatan sebesar 46% hingga September 2025, dengan turis China menjadi penyumbang terbesar. Angka ini menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu destinasi favorit bagi pelancong dari Tiongkok. Peningkatan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan promosi dan fasilitas yang memadai.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari inisiatif pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang aktif menjalin kerja sama dengan berbagai maskapai penerbangan. Pembukaan rute langsung dari kota-kota besar di China, termasuk Fuzhou, Guangzhou, dan Kunming, telah menjadi katalisator utama. Aksesibilitas yang lebih baik ini secara signifikan memangkas waktu perjalanan dan biaya bagi para turis China.
Terbaru, penerbangan langsung dari Shenzhen (SZX) menggunakan armada pesawat jenis Comac C909 dengan kapasitas 95 kursi juga telah dibuka. Penerbangan perdana ini disambut dengan tradisi Water Salute dan pengalungan bunga oleh Kadis Pariwisata Provinsi Sulut Devi Tanos dan GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko. Kedatangan 85 penumpang dari Shenzhen ini menunjukkan potensi besar rute baru tersebut.
Advertisement
Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menyatakan kesiapannya untuk melayani peningkatan jumlah wisatawan. Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan turis China. Kadis Pariwisata Sulut, Devi Tanos, menyatakan antusiasmenya dan berharap lebih banyak lagi turis China dari kota-kota lain akan berkunjung ke provinsi berjuluk "Nyiur Melambai" ini.
Advertisement
Maskapai TransNusa turut berperan aktif dalam memperkuat konektivitas internasional ke Indonesia bagian timur melalui pembukaan rute baru. Komitmen ini diwujudkan dengan peluncuran penerbangan langsung Manado – Shenzhen yang akan beroperasi tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Langkah ini diharapkan dapat semakin mendongkrak jumlah kunjungan turis China.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, menegaskan bahwa "Pembukaan rute Manado – Shenzen merupakan komitmen TransNusa untuk terus menghadirkan konektivitas yang bermanfaat bagi Masyarakat." Ia menambahkan, "Rute ini dipercaya akan menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan ekonomi, budaya dan pariwisata antara Indonesia dan China." Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan jangka panjang dari inisiatif tersebut.
Selain memperkuat hubungan bilateral, rute baru ini juga menawarkan alternatif perjalanan internasional yang lebih terjangkau dan efisien. TransNusa menyediakan tiket penerbangan Manado-Shenzhen dengan harga mulai dari Rp3.499.000. Potensi pariwisata Sulawesi Utara, dengan keindahan alam, pesona bahari, dan kuliner khas Manado, menjadi daya tarik utama bagi para turis China yang datang.
Advertisement
Pembukaan rute penerbangan langsung ini tidak hanya bertujuan mendongkrak kunjungan wisatawan, tetapi juga memfasilitasi hubungan ekonomi dan budaya antara Sulawesi Utara dan China. Dengan kemudahan akses ini, diharapkan terjadi peningkatan pertukaran budaya dan investasi, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Sumber: AntaraNews