Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan performa impresif dalam sektor perikanan nasional. Fasilitas ini berhasil mencatat produksi ikan yang signifikan setiap harinya.
Data terbaru menunjukkan bahwa PPS Kendari mampu menghasilkan rata-rata 80 hingga 100 ton ikan per hari. Volume produksi yang besar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjangkau pasar global.
Kepala PPS Kendari, Asep Saepulloh, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan ikan dari wilayah ini telah berhasil dipasarkan hingga ke Amerika Serikat. Keberhasilan ini menempatkan PPS Kendari sebagai salah satu sentra perikanan penting di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
PPS Kendari telah membuktikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok perikanan global. Selain Amerika Serikat, ikan-ikan hasil tangkapan dari PPS Kendari juga diekspor ke beberapa negara lain.
Pasar internasional yang berhasil ditembus meliputi China, Thailand, dan Jepang, menunjukkan kualitas dan daya saing produk perikanan Sultra. Jangkauan ekspor yang luas ini menjadi indikator kuat potensi maritim Indonesia.
Tidak hanya pasar luar negeri, distribusi hasil perikanan dari PPS Kendari juga sangat aktif di pasar domestik. Sejumlah daerah di Indonesia menjadi tujuan utama pasokan ikan, termasuk Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Advertisement
Di tingkat regional, pasokan ikan juga rutin didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota di Bumi Anoa, seperti Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Bombana, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, serta Kota Kendari. Hal ini memastikan ketersediaan ikan segar bagi masyarakat lokal.
Advertisement
Produksi Ikan PPS Kendari didominasi oleh beberapa jenis ikan yang sangat diminati pasar. Ikan layang, tuna, cakalang, dan ikan tongkol merupakan jenis ikan yang paling sering ditangkap oleh nelayan di wilayah ini.
Selain empat jenis ikan utama tersebut, PPS Kendari juga mencatat hasil tangkapan lain yang beragam. Beberapa di antaranya adalah ikan kembung, tetengkek, lemadang, kakap merah, teri, salam, hingga gurita dan cumi.
Asep Saepulloh menjelaskan bahwa ikan-ikan ini memiliki potensi pengolahan yang beragam. "Ikan-ikan ini dapat diolah menjadi produk kalengan, diekspor keluar negeri maupun dipasarkan untuk kebutuhan konsumsi lokal," jelasnya, menunjukkan nilai tambah dari hasil tangkapan.
Advertisement
Fleksibilitas dalam pengolahan dan pemasaran ini membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku usaha perikanan. Diversifikasi produk juga membantu menjaga stabilitas harga dan permintaan pasar.
Advertisement
Aktivitas bisnis di PPS Kendari didukung oleh partisipasi aktif dari berbagai pihak. Saat ini, terdapat 79 investor yang terlibat dalam operasional dan pengembangan sektor perikanan di PPS Kendari.
Dari total investor tersebut, sekitar 20 di antaranya merupakan perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi dan jaringan distribusi yang luas. Sisanya terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha pendukung lainnya.
Keterlibatan UMKM dan pelaku usaha pendukung ini menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan inklusif. Hal ini juga membantu memperkuat rantai nilai perikanan dari hulu hingga hilir.
Advertisement
Harga jual ikan di pasaran bervariasi, tergantung pada jenis dan kualitasnya. Asep Saepulloh menyebutkan bahwa "Harga jual ikan di pasaran bervariasi, mulai dari Rp17 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya." Variasi harga ini mencerminkan permintaan pasar dan karakteristik unik setiap jenis ikan.
Sumber: AntaraNews