Fakta Unik: Disperin Tapin Prioritaskan Peningkatan Kualitas Pengurus Koperasi Merah Putih Sebelum Digitalisasi

Dinas Perindustrian Tapin fokus tingkatkan kualitas pengurus Koperasi Merah Putih, langkah krusial sebelum adopsi digital. Mengapa SDM jadi prioritas utama?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Disperin Tapin Prioritaskan Peningkatan Kualitas Pengurus Koperasi Merah Putih Sebelum Digitalisasi
Dinas Perindustrian Tapin fokus tingkatkan kualitas pengurus Koperasi Merah Putih, langkah krusial sebelum adopsi digital. Mengapa SDM jadi prioritas utama? (Merdeka.com)

Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan peningkatan kualitas pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih. Kebijakan ini menjadi fondasi utama sebelum koperasi memasuki era pengembangan berbasis digital dan inovasi. Fokus pada sumber daya manusia ini diharapkan dapat mengatasi kendala mendasar yang sering dihadapi koperasi di berbagai daerah.

Kepala Disperin Kabupaten Tapin, Yustan Azidin, menjelaskan bahwa permasalahan utama koperasi seringkali serupa, yaitu lemahnya pemahaman pengelola dalam menjalankan fungsi koperasi secara efektif. Oleh karena itu, perbaikan kualitas SDM menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar. Peningkatan kapasitas ini dianggap lebih mendesak dibandingkan pengenalan aplikasi digital atau inovasi lainnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Koperasi Merah Putih dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat, pengurus dan pengawas diharapkan mampu mengelola koperasi dengan lebih profesional. Ini juga sejalan dengan target agar koperasi yang baru dibentuk di Tapin dapat berjalan efektif pada Oktober mendatang.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih, menjadi prioritas utama bagi Disperin Tapin. Yustan Azidin menegaskan bahwa perbaikan pada aspek ini adalah langkah krusial sebelum melangkah ke pengembangan digital atau inovasi lainnya. "Yang perlu kita benahi dulu sumber daya manusia, terutama pengurus dan pengawas koperasi. Kalau aplikasi digital maupun inovasi lainnya bisa menyusul," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Disperin Tapin telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan mendapatkan sinyal positif terkait penganggaran pelatihan. Pelatihan ini direncanakan akan didanai melalui APBD Perubahan 2025. Selain itu, anggaran pada tingkat kabupaten juga sudah disiapkan untuk mendukung penuh Koperasi Merah Putih di Tapin.

Yustan berharap pelatihan ini dapat terlaksana pada tahun ini agar pengurus dan pengawas koperasi lebih siap dalam menjalankan tugasnya. Kesiapan ini sangat penting mengingat adanya kendala di lapangan, seperti keterbatasan pemahaman pengurus dan pengawas dalam menjalankan administrasi. Sosialisasi, bimbingan, dan pelatihan secara langsung menjadi solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tapin secara aktif mendorong pengurus Koperasi Merah Putih untuk menyiapkan kelengkapan administrasi yang diperlukan. Ini meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga pembuatan stempel resmi, sebagai bagian dari upaya legalitas dan profesionalisme. Meskipun demikian, program terkait permodalan Koperasi Merah Putih masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Selain itu, Yustan Azidin juga menyinggung potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proyek ini dapat menjadi peluang baru yang signifikan untuk memperkuat usaha koperasi di Tapin. Pemanfaatan energi alternatif dari PLTS berpotensi mendukung produktivitas koperasi sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat.

Pemkab Tapin telah membentuk sebanyak 135 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Mayoritas koperasi ini bergerak dalam penyaluran kebutuhan pokok, gas elpiji, serta usaha simpan pinjam. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, sejalan dengan program unggulan Astacita Presiden Prabowo Subianto. "Harapan kami, KDMP dan KKMP bisa berjalan lancar, bertahan lama, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Yustan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi