Fakta Menarik: KA Pandanwangi Tetap Layani 6 Stasiun Tambahan Meski Jalur Gumitir Sudah Normal

Meski jalur Gumitir telah dibuka, KA Pandanwangi tetap melayani enam stasiun tambahan hingga akhir September 2025, mengungkap tingginya minat penumpang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: KA Pandanwangi Tetap Layani 6 Stasiun Tambahan Meski Jalur Gumitir Sudah Normal
Meski jalur Gumitir telah dibuka, KA Pandanwangi tetap melayani enam stasiun tambahan hingga akhir September 2025, mengungkap tingginya minat penumpang. (Merdeka.com)

Kereta Api (KA) Pandanwangi, yang melayani rute Jember-Banyuwangi, akan tetap melakukan pemberhentian di enam stasiun tambahan. Keputusan ini diambil meskipun akses jalan nasional di jalur Gumitir telah dibuka kembali lebih cepat dari jadwal. Pembukaan jalur Gumitir telah dilakukan sejak tanggal 4 September 2025, namun kebijakan ini tetap berlaku.

Manajer Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9, Cahyo Widiantoro, menjelaskan perpanjangan kebijakan ini di Jember. Kebijakan pemberhentian tambahan ini awalnya berlaku dari 11 Agustus hingga 5 September 2025. Namun, melihat antusiasme masyarakat, layanan ini diperpanjang.

Tercatat sebanyak 7.545 penumpang telah naik dan turun di enam stasiun tersebut selama periode awal kebijakan. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Pandanwangi. Hal ini juga menunjukkan peran vital kereta api sebagai moda transportasi utama di wilayah Jember hingga Banyuwangi.

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Pandanwangi menjadi alasan utama perpanjangan pemberhentian di stasiun-stasiun tertentu. Data menunjukkan bahwa Stasiun Glenmore mencatat jumlah penumpang tertinggi dengan 3.948 orang. Disusul oleh Stasiun Sumberwadung dengan 1.398 penumpang, dan Stasiun Ledokombo yang melayani 1.007 penumpang. Angka-angka ini menegaskan bahwa kebijakan ini sangat dibutuhkan oleh warga sekitar.

Enam stasiun yang menjadi pemberhentian tambahan ini meliputi Stasiun Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro. Seluruh stasiun ini akan terus melayani naik-turun penumpang hingga tanggal 30 September 2025. Setelah tanggal tersebut, PT KAI Daop 9 akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan kebijakan berikutnya.

Cahyo Widiantoro menyatakan, "Angka itu mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Pandanwangi, sekaligus menunjukkan peran penting kereta api sebagai moda transportasi andalan di wilayah Jember hingga Banyuwangi." Pernyataan ini menggarisbawahi dampak positif dari kebijakan adaptif KAI.

PT KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan ini terutama terlihat selama penutupan total jalur Gumitir untuk perbaikan jalan. Pihak KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa kereta api.

"Kami melihat tingginya minat masyarakat terhadap KA Pandanwangi dengan adanya pemberhentian tambahan itu, sehingga menjadi bahan evaluasi kami ke depan untuk terus memberikan pelayanan terbaik, sekaligus menghadirkan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat," ujar Cahyo. Evaluasi ini penting untuk memastikan layanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan konsumen.

Selain itu, KAI Daop 9 Jember juga mengimbau seluruh penumpang untuk selalu mengutamakan keselamatan. Penumpang diharapkan tertib dalam antrean dan mematuhi semua aturan yang berlaku selama menggunakan layanan kereta api. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan bersama dalam setiap perjalanan.

Penggunaan transportasi kereta api tidak hanya menawarkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga memiliki berbagai kelebihan signifikan dibandingkan moda transportasi lainnya. Kereta api dikenal sebagai moda transportasi massal yang sangat ramah lingkungan. Ini karena efisiensinya dalam penggunaan energi dan kontribusinya dalam mengurangi emisi karbon.

Cahyo Widiantoro menambahkan, "Kereta api merupakan moda transportasi massal yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, serta berkontribusi mengurangi kemacetan dan emisi karbon, sehingga mendukung konsep transportasi berkelanjutan." Pernyataan ini menekankan peran strategis kereta api dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dengan demikian, kereta api tidak hanya menjadi solusi mobilitas yang efektif. Ia juga menjadi pilihan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan transportasi di Indonesia. PT KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi