Ekspor Ubur-ubur Sultra Tembus Rp1,6 Miliar ke China, Wagub Hugua Lepas Langsung dari Baubau

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas ekspor ubur-ubur senilai Rp1,6 miliar dari Baubau langsung ke Tiongkok, menandai sejarah baru pengiriman komoditas non-tambang dan potensi besar ekspor ubur-ubur Sultra.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekspor Ubur-ubur Sultra Tembus Rp1,6 Miliar ke China, Wagub Hugua Lepas Langsung dari Baubau
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas ekspor ubur-ubur senilai Rp1,6 miliar dari Baubau langsung ke Tiongkok, menandai sejarah baru pengiriman komoditas non-tambang dan potensi besar ekspor ubur-ubur Sultra. (AntaraNews)

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, secara resmi melepas ekspor komoditas perikanan berupa ubur-ubur senilai Rp1,6 miliar pada Rabu, 28 Januari. Pelepasan ekspor ini berlangsung dari Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, dengan tujuan langsung ke Tiongkok, China. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian daerah.

Ekspor perdana ini melibatkan pengiriman sebanyak empat kontainer dengan total berat mencapai 80 ton. Momen ini mencatatkan sejarah sebagai pengiriman komoditas non-tambang pertama yang dilakukan secara langsung (direct call) melalui pelabuhan di Baubau menuju pasar internasional. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor kelautan dan perikanan Sultra.

Hugua menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari ekspor berkelanjutan yang akan terus ditingkatkan di masa mendatang. Ia menekankan bahwa ubur-ubur asal Sultra sangat diminati di pasar dunia, membuka peluang pasar yang luas bagi produk perikanan daerah.

Keberhasilan ekspor langsung ubur-ubur ini merupakan langkah strategis yang vital untuk meningkatkan nilai Dana Transfer Daerah dari Pemerintah Pusat. Salah satu indikator utama besaran dana tersebut adalah tingginya nilai ekspor yang tercatat secara resmi sebagai produk asal daerah. Dengan demikian, ekspor langsung ini akan secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.

Selama ini, banyak komoditas unggulan asal Sulawesi Tenggara tercatat atas nama daerah lain. Hal ini terjadi karena proses pengirimannya harus melalui pelabuhan transito yang berada di luar wilayah Sultra, mengurangi pengakuan terhadap produk asli daerah.

Wagub Hugua mengimbau para pengusaha di Sultra agar seluruh kegiatan ekspor dilakukan dan dicatat langsung dari wilayah Sultra. Tujuannya adalah agar produk-produk daerah dikenal luas di luar negeri sebagai hasil bumi Sulawesi Tenggara, memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi daerah.

Kepala Seksi Pabean dan Cukai Bea Cukai Kendari, Robert, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif Pemerintah Provinsi Sultra dalam mendorong percepatan ekspor. Ia mengungkapkan bahwa performa ekspor Sultra kini telah mendapatkan perhatian khusus di tingkat nasional, menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan internasional.

Robert menambahkan bahwa Bea Cukai wilayah Sultra untuk pertama kalinya berhasil meraih penghargaan ekspor secara nasional. Hal ini berkat ekspor perdana Sultra yang tercatat mencapai nilai devisa tertinggi di Indonesia, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi daerah.

Direktur PT Triko Bina Nusantara, Anton, menjelaskan bahwa setiap kontainer berisi sekitar 15 ton ubur-ubur dengan nilai sekitar Rp300 juta. Meskipun direncanakan empat kontainer untuk tahap awal, baru satu kontainer yang berhasil diberangkatkan karena terkendala masalah teknis. Waktu tempuh pengiriman menuju Tiongkok diperkirakan memakan waktu sekitar 20 hari.

Anton berharap bahwa langkah ekspor ubur-ubur ini dapat menjadi pemantik semangat bagi pelaku usaha lain untuk mengembangkan potensi ekspor non-tambang. Diversifikasi ekspor sangat penting untuk mengurangi ketergantungan daerah pada sektor pertambangan dan memperkuat ekonomi lokal.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat dan keberpihakan pada potensi lokal, Sultra mampu menjadi pemain penting dalam rantai pasok ekspor nasional. Terutama di sektor kelautan dan perikanan, Sultra memiliki sumber daya yang melimpah dan belum sepenuhnya tergarap.

Pengembangan potensi ekspor non-tambang ini akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus pada produk-produk unggulan daerah akan memperkuat identitas ekonomi Sultra di kancah global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi