Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah cepat menyikapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Cianjur. Mereka mengundang sejumlah pihak terkait untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas isu krusial ini. Pertemuan ini diharapkan mampu mengungkap akar masalah dan menemukan solusi konkret bagi warga.
Pihak-pihak yang diundang meliputi Hiswana Migas Cianjur, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, serta Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Cianjur. Diskusi ini akan fokus pada penyebab kelangkaan gas bersubsidi yang telah terjadi selama sepekan terakhir di berbagai wilayah Cianjur. Kelangkaan ini menimbulkan keresahan luas di kalangan masyarakat Cianjur.
Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Aziz Muslim, menyatakan bahwa RDP ini merupakan respons langsung terhadap laporan warga dari utara hingga selatan Cianjur. Tujuannya adalah untuk memahami kendala di lapangan, sehingga pemerintah daerah dapat segera bertindak. Rapat ini dijadwalkan berlangsung dalam dua hari ke depan.
Advertisement
Advertisement
Rapat Dengar Pendapat yang diinisiasi oleh Komisi II DPRD Cianjur bertujuan utama untuk mengidentifikasi penyebab pasti kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Cianjur. Aziz Muslim mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mengetahui apakah kelangkaan ini merupakan dampak dari konflik global di Timur Tengah atau kebijakan dari pemerintah pusat. Penentuan penyebab ini krusial untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Masyarakat di berbagai pelosok Cianjur, termasuk wilayah pinggiran kota, dilaporkan kembali menggunakan kayu bakar sebagai alternatif. Fenomena ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kelangkaan gas elpiji 3 kg Cianjur terhadap kehidupan sehari-hari warga. DPRD Cianjur memantau situasi ini melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.
Setelah penyebab kelangkaan teridentifikasi secara jelas, DPRD bersama dinas terkait akan segera menyusun strategi penanganan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mencegah keresahan dan kepanikan lebih lanjut di masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mencari solusi efektif demi kestabilan pasokan gas.
Advertisement
Advertisement
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Cianjur ini tidak hanya menyebabkan kesulitan akses, tetapi juga memicu kenaikan harga di beberapa daerah. Di wilayah selatan Cianjur, khususnya Kecamatan Cidaun, masyarakat telah merasakan dampak kelangkaan ini bahkan sejak menjelang Lebaran. Mereka terpaksa membeli gas dengan harga yang jauh lebih tinggi dari biasanya.
Seorang warga Kecamatan Cidaun, Dhea (54), mengungkapkan bahwa harga gas 3 kilogram mencapai Rp35.000 per tabung. Meskipun mahal, warga tetap membelinya karena kebutuhan mendesak untuk memasak sehari-hari. Situasi ini menyoroti kerentanan ekonomi masyarakat di tengah kelangkaan pasokan gas bersubsidi di Cianjur.
DPRD Cianjur menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah agar segera memberikan solusi konkret. Seluruh masyarakat Cianjur kini sangat bergantung pada gas untuk kebutuhan dapur, sehingga persoalan kelangkaan gas di Cianjur ini harus segera dituntaskan. Harapan besar tertumpu pada hasil RDP dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews