Bank Indonesia (BI) mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberi fasilitas business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis). Diharapkan kegiatan tersebut dapat mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar UMKM termasuk ke pasar ekspor.
"UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor, asalkan kualitas produk sangat baik dan mampu menghadapi perkembangan digital," kata Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Budi Hanoto, di kantor BI, Jakarta, Selasa (9/7).
Dia mengungkapkan, saat ini UMKM binaan BI sebanyak 91 dan semuanya sudah dioerintasikan untuk pasar ekspor. Adapun salah satu tantangan yang dihadapi oleh para UMKM adalah digitalisasi dan pemasaran. Sebab, masih banyak UMKM yang berada di daerah sulit terjangkau.
Kegiatan business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis) dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang akan kembali digelar pada 12-14 Juli 2019 di Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center.
"Berbeda dari tahun sebelumnya, KKI 2019 memfasilitasi business matching (temu bisnis) antara pelaku UMKM dengan lembaga keuangan, marketplace, dan agregator/importir luar negeri," ujarnya.
Selain itu, business matching (temu bisnis) bertujuan untuk memberikan apresiasi dan menggalang komitmen dalam rangka pengembangan UMKM, antara lain dengan memperluas kesempatan UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, kerjasama dan komitmen pemasaran produk UMKM untuk ekspor melalui agregator, serta pemanfaatan e-commerce.
"Nanti UMKM bisa memamerkan kain atau busana yang memiliki nilai budaya dan mengangkat citra daerah, serta memiliki nilai ekonomis tinggi serta berkualitas ekspor. Selain itu pula ada produk kerajinan, makanan/minuman, kopi Indonesia hingga kuliner nusantara," ujarnya.
Dalam KKI 2019, Bank Indonesia juga memperluas kegiatan business coaching untuk menyediakan informasi dan konsultasi kepada pelaku bisnis khususnya UMKM maupun calon pelaku bisnis mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis melalui kegiatan ekspor, termasuk kemudahan bagi pelaku UMKM, serta mempertemukan UMKM dengan e-commerce dalam rangka perluasan akses pasar.
"Melalui kegiatan business coaching, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan informasi, tips/trik, dan persyaratan agar dapat mengembangkan kapasitasnya untuk memperluas bisnisnya hingga ke pasar ekspor," tutupnya.