Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengimplementasikan sebuah inovasi teknologi pengawasan canggih. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan menekan angka pelanggaran di wilayah laut Kaltim. Program ini dinamakan Strategi Pengawasan Intensif Kelautan dan Perikanan atau disingkat Strategi Pintar.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, menjelaskan bahwa Strategi Pintar hadir sebagai jawaban atas tantangan koordinasi pengawasan laut yang kompleks. Sistem baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan upaya perlindungan sumber daya kelautan. Fokus konservasi saat ini mencakup perluasan dan pemeliharaan wilayah perairan kritis di Kabupaten Berau, Paser, Kutai Kartanegara, hingga Kota Bontang.
Pengawasan intensif ini juga memberikan perhatian khusus pada kawasan Kepulauan Derawan, yang merupakan bagian integral dari Coral Triangle dan situs warisan UNESCO. DKP Kaltim telah menerima dukungan berupa unit pengawasan modern dari Global Conservation San Francisco, melalui Yayasan Laut Biru Derawan. Bantuan ini krusial untuk memantau zona inti secara akurat dan menjaga kelestarian ekosistem global yang sangat berharga.
Advertisement
Advertisement
Penerapan teknologi pengawasan canggih menjadi tulang punggung Strategi Pintar DKP Kaltim dalam menjaga kelestarian laut. Salah satu perangkat utama yang kini beroperasi adalah radar Marine Monitor (M2) yang ditempatkan di Tanjung Batu, Kepulauan Derawan. Radar ini berfungsi layaknya satelit, mampu mendeteksi pergerakan kapal mencurigakan secara real-time di perairan.
Kehadiran radar canggih M2 ini sangat vital untuk memantau aktivitas di zona merah atau area konservasi yang rentan terhadap pelanggaran. Dengan kemampuan deteksi yang presisi, DKP Kaltim dapat merespons lebih cepat terhadap potensi ancaman. Teknologi ini memungkinkan petugas untuk mengidentifikasi pola pergerakan kapal yang tidak biasa, mengindikasikan adanya aktivitas ilegal.
Irhan Hukmaidy menegaskan efektivitas sistem pengawasan terpadu ini. "Sistem pengawasan terpadu ini terbukti efektif karena operasi awal berhasil mengidentifikasi belasan kapal yang menggunakan pukat tunda terlarang dan beraktivitas di zona merah," jelasnya. Temuan ini membuktikan bahwa investasi pada teknologi modern memberikan hasil nyata dalam upaya penegakan hukum di laut.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan Strategi Pintar DKP Kaltim tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor yang kuat. Kerja sama dengan TNI AL dan Polairud menjadi kunci utama dalam menindak tegas pelaku illegal fishing maupun destructive fishing. Pelanggaran seperti penggunaan pukat tunda terlarang dan perusakan terumbu karang dapat merusak ekosistem laut secara permanen.
Upaya penegakan hukum yang terkoordinasi ini diharapkan mampu menyelamatkan potensi ekonomi laut yang bernilai triliunan rupiah. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menjamin kesejahteraan nelayan tradisional yang bergantung pada sumber daya laut yang lestari. Dengan menjaga keberlanjutan ekosistem, hasil tangkapan ikan dapat dipertahankan secara lestari untuk jangka panjang.
Irhan Hukmaidy menyampaikan harapannya terhadap program ini. "Teknologi yang kami terapkan untuk menjaga area konservasi maritim, meningkatkan hasil tangkapan ikan secara lestari, dan memastikan laut di Kalimantan Timur terus terpelihara untuk generasi akan datang," demikian Irhan. Komitmen ini menunjukkan visi jangka panjang DKP Kaltim dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang bertanggung jawab.
Advertisement
Sumber: AntaraNews