Advertisement
Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus jual organ ginjal yang diungkap Polda Metro Jaya mengejutkan publik. Ada 122 warga negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban sindikat internasional perdagangan ginjal.
Para sindikat, menjual organ ginjal para korban ke Kamboja melalui jaringan internasional. Ekonomi menjadi latar belakang utama para korban menerima transaksi ilegal ini. Transplantasi ginjal boleh dilakukan apabila pasien mendapatkan orang yang mau mendonorkan ginjalnya secara sukarela untuk kebutuhan tindakan medis.
Advertisement
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan pembiayaan untuk kasus penyakit katastropik, menempati proporsi terbesar dari total biaya pelayanan kesehatan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Biaya katastropik mencapai 21 persen - 25 persen dari biaya pelayanan kesehatan rujukan pada tahun 2018 - 2021.
Sementara untuk diagnosa gagal ginjal, termasuk dalam empat terbesar pembiayaan katastropik yaitu 10 persen dari total biaya katastrofik pada tahun 2021.
Advertisement
Merdeka.com
Advertisement
“Alhamdulilah, sekarang ini BPJS itu mengganti kira-kira Rp 400 juta untuk transplantasi ginjal,” kata Nur Rasyid pada acara: Launching Transplantasi Ginjal Siloam Hospitals Asri, di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (12/1/2022) lalu.
Advertisement
Sementara berdasarkan data dari statista.com, biaya transplantasi ginjal di Amerika Serikat tahun 2020 mencapai Rp6 miliar.
Biaya tersebut mencakup biaya administrasi Rumah Sakit USD152.300 atau setara Rp2,2 miliar (kurs dollar Rp15.021).
Kemudian biaya untuk pengadaan (procurement) Rp1,7 miliar. Selanjutnya biaya 180 hari pasca transplantasi Rp1,2 miliar.
Advertisement
Advertisement
Selanjutnya immunosppressants & other Rx Rp479 juta. Dan, pemulihan fisik pasca transplantasi Rp393 juta.