Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di tangan pria Magelang ini, kaleng bekas disulap jadi uang jutaan

Di tangan pria Magelang ini, kaleng bekas disulap jadi uang jutaan Pengrajin kaleng bekas Kusnodin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Berbekal dari ketidaksengajaannya memperbaiki kotak tempat uang angkot yang disopirinya dengan kaleng bekas, Kusnodin kini berhasil menjadi pengrajin kaleng bekas dengan penghasilan puluhan juta per bulan. Selain itu, warga Magelang, Jawa Tengah tersebut juga mampu mempekerjakan warga sekitar rumahnya.

Kesuksesan Kusnodin berawal saat keterampilannya mengolah limbah kaleng bekas menjadi bentuk binatang mulai diminati masyarakat Magelang dan sekitarnya. Sejak saat itu, tepatnya pada 1987, dia berhenti sebagai sopir angkot dan serius menggeluti kerajinan kaleng.

"Pas tahun 87, saya mutusin berhenti jadi sopir angkot karena pesanan sudah banyak," ujar Kusnodin saat ditemui di bengkel kerajinannya di Magelang, Jumat (21/8).

Salah satu kerajinan ciptaannya yang paling banyak dipesan adalah patung berbentuk burung merak. Kerajinan ini banyak dipesan oleh orang asing.

Bahkan, burung merak dari kaleng yang diawalnya dijual Rp 40.000, sekarang harganya melonjak hingga Rp 16 juta. Harga tersebut meninggi setelah dijual oleh orang asing di galeri milik mereka di Jakarta.

"Kalau harga dari saya Rp 2,6 juta. Sesudah dibeli sama orang asing dan dijual di galerinya di Kemang, harganya jadi Rp 16 juta," jelas Kusnodin.

Kusnodin menceritakan, produknya mulai dikenal luas setelah dirinya membuka pameran di Inacraft 2014. Saat itu, stand pamerannya bahkan sempat dikunjungi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Di belakang bapak presiden, ada ratusan orang ngantre. Setelah itu 400 barang saya habis hari itu juga," kenang Kusnodin.

Di balik kesuksesannya sekarang, perjuangan Kusnodin bukan tanpa hambatan. Dia mengaku pernah mengalami kerugian saat barang yang diekspornya ke Singapura pada 1997 dikembalikan.

"Waktu itu dari Singapura memesan 300 patung ayam. Yang diterima hanya 90, sisanya dikembalikan," kenang bapak dua orang anak ini.

Belakangan, Kusnodin baru tahu jika 210 patung yang dikembalikan itu bukan dirinya yang merakit, melainkan karyawannya. Belajar dari kasus tersebut, dia memutuskan untuk merakit sendiri patung kaleng kerajinannya. Jadi karyawannya hanya memotong dan memilin kaleng sebagai bahan dasar.

Pada perhelatan APEC tahun lalu yang diadakan di Bali, penyelenggara meminta Kusnodin untuk membuat 100 patung burung merak. Pesanan itu dikerjakannya dalam waktu tiga bulan.

"Kebanyakan ngerjainnya malam hari. Merakit sendiri, saya, anak dan keponakan yang mengerjakannya," ujar Kusnodin.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP