Desa Wisata Kemiren Banyuwangi: Magnet Budaya dan Ekonomi, Raih Penghargaan Internasional
Desa Wisata Kemiren Banyuwangi terus menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya, menjadi pusat pelestarian budaya Osing sekaligus penggerak ekonomi lokal dengan berbagai penghargaan bergengsi.
Desa Wisata Adat Osing Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi unggulan yang menarik perhatian wisatawan. Setiap tahunnya, objek wisata ini mencatat rata-rata kunjungan hingga 4.000 orang. Angka ini menunjukkan daya tarik yang kuat dari desa yang kaya akan kebudayaan lokal ini.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Moh Edy Saputro, mengungkapkan bahwa mayoritas wisatawan datang untuk mengenal lebih dekat kebudayaan desa. Desa ini sendiri telah mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, menegaskan posisinya sebagai destinasi budaya yang penting.
Sebelum pandemi, Desa Kemiren bahkan sempat mencapai puncak kunjungan dengan 18.000 wisatawan pada tahun 2019. Kini, Pokdarwis terus berupaya menyuguhkan kebudayaan dalam pariwisata sebaik mungkin, dengan harapan dapat mengulang kembali capaian gemilang tersebut.
Daya Tarik Budaya Osing dan Peningkatan Kunjungan
Daya tarik utama Desa Wisata Kemiren terletak pada kekayaan budaya Suku Osing yang masih lestari. Para wisatawan berkesempatan untuk merasakan langsung kehidupan adat dan tradisi masyarakat setempat, mulai dari arsitektur rumah tradisional hingga kesenian lokal yang otentik. Hal ini menjadi magnet kuat bagi mereka yang mencari pengalaman wisata edukatif dan berbeda.
Meskipun sempat terdampak pandemi, semangat Pokdarwis dalam mempromosikan Desa Kemiren tidak pernah surut. Mereka terus berinovasi dalam menyajikan atraksi budaya yang menarik, memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Upaya ini diharapkan dapat kembali meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan.
Kunjungan wisatawan yang stabil setiap tahunnya membuktikan bahwa Desa Kemiren memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata budaya. Keunikan adat istiadat dan keramahan penduduk lokal menjadi faktor penting yang membuat para pelancong betah berlama-lama di desa ini. Pengelolaan yang baik dari Pokdarwis turut mendukung keberlanjutan daya tarik tersebut.
Dampak Ekonomi Positif bagi Warga Lokal
Pesatnya perkembangan pariwisata di Banyuwangi membawa efek ganda yang sangat positif bagi perekonomian warga Desa Kemiren. Geliat ekonomi lokal terlihat jelas dari bertumbuhnya berbagai usaha yang digerakkan oleh masyarakat. Pariwisata telah menjadi berkah rupiah bagi banyak keluarga di desa ini.
Saat ini, tercatat ada 22 usaha kecil dan menengah (UMKM) yang beroperasi di Desa Kemiren, bergerak di bidang makanan, minuman, hingga sandang. Keberadaan UMKM ini tidak hanya memenuhi kebutuhan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat memberdayakan ekonomi lokal.
Selain UMKM, Desa Kemiren juga memiliki 40 homestay yang siap menampung wisatawan. Mayoritas homestay ini adalah rumah pribadi warga yang disewakan, sementara beberapa lainnya merupakan kamar-kamar yang dibangun khusus untuk penginapan. Sistem homestay ini memberikan pengalaman menginap yang lebih autentik dan dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Pariwisata juga turut menghidupkan sanggar kesenian di Desa Kemiren. Dengan adanya 18 sanggar kesenian, kebudayaan adat Suku Osing terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Sanggar-sanggar ini tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga wadah untuk menampilkan pertunjukan bagi para wisatawan, menjaga agar seni dan budaya tetap hidup.
Pengakuan Internasional dan Prestasi Bergengsi
Desa Wisata Adat Osing Kemiren tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga meraih berbagai penghargaan prestisius yang membanggakan. Pengakuan ini tidak hanya datang dari tingkat nasional, tetapi juga internasional, menegaskan kualitas dan potensi desa ini sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Salah satu penghargaan penting yang diraih adalah Internasional The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang Asean Tourism Award (ATA) 2025. Penghargaan ini menunjukkan standar tinggi layanan homestay dan pengalaman menginap yang ditawarkan oleh Desa Kemiren. Ini menjadi bukti komitmen desa dalam memberikan kualitas terbaik bagi pengunjung.
Lebih lanjut, Desa Kemiren juga diakui sebagai Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia (The Best Tourism Villages Upgrade Programme) dari United Nations Tourism, Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pengakuan dari lembaga sekelas PBB ini menempatkan Desa Kemiren di peta pariwisata global, menjadikannya contoh desa wisata yang berhasil dalam pelestarian budaya dan pengembangan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews