Dampak harga minyak dunia, laba Elnusa anjlok 90 persen

Rabu, 9 Agustus 2017 19:58 Reporter : Anggun P. Situmorang
Dampak harga minyak dunia, laba Elnusa anjlok 90 persen Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - PT Elnusa Tbk meraih laba bersih di semester I-2017 mencapai Rp 14 miliar atau turun 90 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 145 miliar. Sementara, pendapatan pada semester I tahun ini tumbuh 16,4 persen menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan Budi Rahardjo mengatakan penurunan laba bersih perusahaan disebabkan oleh menurunnya jumlah proyek yang ditangani perusahaan dari segmen hulu migas. Sebab, aktivitas jasa hulu migas nasional terdampak oleh penurunan harga minyak dunia.

"Penurunan laba akibat menurunnya jumlah proyek dari segmen hulu migas karena aktivitas jasa hulu migas nasional yang terdampak penurunan harga minyak dunia," ujar Budi di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/8).

Kinerja Elnusa tahun ini juga sebagian besar dipengaruhi oleh menurunnya kontribusi dari jasa hulu migas di tiga wilayah kerja (blok migas) yang merupakan kontributor utama. Selama ini, Elnusa bekerja di tiga blok migas di wilayah Kalimantan Timur yang ketiganya dioperasikan oleh tiga kontraktor asing besar, di antaranya adalah Total EP Indonesia di Blok Mahakam.

"Seiring dengan berakhirnya masa kontrak pengelolaan blok-blok tersebut maka tentu aktivitas operasional blok juga menurun dan berimbas kepada kontraktor jasa migas utama di blok tersebut, termasuk Elnusa," tegasnya.

Faktor lain yang sangat mempengaruhi kinerja Elnusa pada semester I-2017, adanya beberapa proyek besar di bisnis jasa seismic dan jasa drilling serta Oilfield. Proyek tersebut diperkirakan baru akan berjalan pada semester kedua tahun ini.

"Sehingga diestimasikan hasil kerja proyek tersebut akan mendorong pertumbuhan tinggi kinerja Elnusa pada paruh kedua nanti," katanya.

Penurunan kinerja Elnusa pada semester I tahun ini berhasil diimbangi Elnusa melalui strategi pengembangan bisnis jasa noneasset based (operating game project), seperti operation dan maintenance. Meskipun, proyek jasa non-asset ini relatif memiliki marjin yang tidak terlalu tinggi dibanding proyek berbasis aset, namun pengembangan bisnis ini terbukti mampu membuat Elnusa tetap bertahan baik.

"Upaya pemulihan yang telah diambil Perseroan diantaranya adalah pengembangan bisnis baru untuk meningkatkan pendapatan serta tetap menjaga kinerja existing business melalui proyek yang sedang digarap maupun yang masih diperjuangkan melalui tender proyek baru, baik pada segmen jasa hulu migas maupun jasa hilir migas," pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Elnusa telah mengantongi total kontrak senilai lebih dari Rp 4,5 triliun untuk jasa seismik, drilling dan Oilfield, serta lebih dari Rp 2 triliun untuk jasa distribusi dan logistik (hilir) migas. Pengerjaan kontrak tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini maupun tahun mendatang. [sau]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini