ConocoPhillips dan Pertamina berebut ladang gas terbesar ketiga Indonesia

Rabu, 19 September 2018 19:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
ConocoPhillips dan Pertamina berebut ladang gas terbesar ketiga Indonesia Dirjen Migas Djoko Siswanto. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - ConocoPhillips dan PT Pertamina, tengah berupaya mendapatkan ladang gas Corridor, yang terletak di Sumatera Selatan. Diketahui kontrak ConocoPhillips di ladang gas dengan produksi terbesar ketiga di Indonesia ini akan habis pada 2023.

Di blok tersebut, ConocoPhilips memiliki hak kelola 54 persen dan menjadi operator. Selain itu, ada porsi PT Pertamina sebesar 10 persen dan Repsol Energy 36 persen.

Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengatakan dalam waktu dekat ConocoPhilips akan mengajukan proposal perpanjangan operasi di blok migas tersebut. "ConnocoPhilips kira-kira Rabu mau masukin proposal," kata dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (19/9).

Sementara perusahaan minyak pelat merah, PT Pertamina sudah lebih dulu mengajukan proposal untuk mengelola blok Corridor. "Pertamina sudah masuk. Itu blok dikelola Pertamina, ConnocoPhilips, Repsol. Tapi Pertamina maunya sendiri. Pertamina tidak mau bareng-bareng Copi (ConocoPhilips) sama Repsol mau gabung," jelas dia.

Setelah kedua korporasi tersebut memasukkan proposalnya, barulah Kementerian ESDM mempertimbangkan siapa yang laik mengelola blok Corridor berdasarkan proposal tersebut. Namun yang pasti, tegas Djoko, Blok ini akan menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) Gross Split. "Tergantung mana proposalnya yang lebih bagus. Pakai gross split, kalau tidak mau ya sudah," tegas dia. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini