Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi: NTB Siapkan Landasan Jet Tempur Darurat dan Pangkas Waktu Logistik

Gubernur NTB mengungkapkan rencana pembangunan Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi yang tidak hanya memangkas waktu tempuh logistik, tetapi juga bisa berfungsi sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI AU.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi: NTB Siapkan Landasan Jet Tempur Darurat dan Pangkas Waktu Logistik
Gubernur NTB mengungkapkan rencana pembangunan Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi yang tidak hanya memangkas waktu tempuh logistik, tetapi juga bisa berfungsi sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI AU. (AntaraNews)

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengumumkan rencana pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan. Proyek strategis ini dirancang multifungsi, termasuk sebagai landasan pacu darurat untuk pesawat tempur TNI AU.

Rencana ini telah mendapatkan restu dari Kementerian Pertahanan, mengingat posisi strategis Pulau Lombok di jalur pelayaran internasional. Pembangunan bypass ini bertujuan untuk mempercepat mobilitas logistik dan masyarakat di Pulau Lombok.

Jalur sepanjang sekitar 15 kilometer ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dari Lembar ke Kayangan menjadi sekitar dua jam saja. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2028 atau paling lambat awal 2029.

Fungsi Ganda Bypass untuk Pertahanan dan Ekonomi

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi memiliki desain khusus yang memungkinkan penggunaannya sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur. Konsep ini muncul setelah audiensi dengan Menteri Pertahanan, yang menyambut baik ide tersebut.

Pulau Lombok, dengan lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional, menjadi alasan kuat di balik fungsi ganda jalan bypass ini. Dukungan penuh dari Kementerian Pertahanan telah didapatkan untuk merealisasikan rencana inovatif tersebut.

Selain aspek pertahanan, jalan strategis ini juga akan secara signifikan memangkas waktu tempuh logistik. Mobilitas barang dan jasa antar Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur akan menjadi lebih efisien.

Pengurangan waktu tempuh ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi logistik di NTB. Hal ini akan berdampak positif pada harga komoditas seperti sapi dan bawang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah selatan.

Progres Pembangunan dan Anggaran Bypass Lembar-Kayangan

Proyek Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi saat ini sedang dalam tahap persiapan. Studi kelayakan telah rampung, dan dalam satu hingga dua bulan ke depan akan dilanjutkan dengan proses detail desain.

Setelah tahap desain selesai, fokus akan beralih pada penyelesaian isu pembebasan lahan. Gubernur Iqbal menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun berikutnya, dengan harapan rampung pada akhir 2028 atau paling lambat awal 2029.

Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan bypass ini mencapai Rp3,5 triliun. Anggaran ini mencakup pembangunan jalur baru dari Sengkol di Lombok Tengah hingga Pringgabaya di Lombok Timur, serta peningkatan jalan dari Bundaran Gerung hingga Bandara Internasional Lombok.

Segmen Sengkol-Pringgabaya menyerap porsi terbesar dari anggaran, sekitar Rp2,8 triliun, sementara peningkatan Bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan Rp700 miliar. Desain trase jalan ini sengaja diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman untuk meminimalkan biaya pembebasan lahan.

Spesifikasi Teknis dan Dampak Ekonomi Regional

Jalan bypass ini merupakan kelanjutan dari jaringan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika dan bypass Bundaran Gerung-Bandara Internasional Lombok yang telah dibangun sebelumnya oleh pemerintah pusat. Ini menunjukkan komitmen untuk pengembangan infrastruktur berkelanjutan di NTB.

Jalan Bypass Lembar-Kayangan Multifungsi akan dibangun dengan lebar antara 25 hingga 30 meter. Desainnya mencakup dua jalur dan empat lajur, dilengkapi dengan jalur lambat di beberapa titik persimpangan, serupa dengan bypass Mandalika.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan transportasi yang lebih efisien dan biaya logistik yang lebih rendah, daya saing produk lokal NTB akan meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Inisiatif ini juga mencerminkan sinergi antara pembangunan infrastruktur sipil dan kebutuhan pertahanan negara. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi