BMKG: Waspada gelombang tinggi hingga 6 meter pada 24 dan 25 Juli

Minggu, 22 Juli 2018 18:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BMKG: Waspada gelombang tinggi hingga 6 meter pada 24 dan 25 Juli gelombang ombak. ©REUTERS/Jean-Paul Pelissier

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat khususnya nelayan untuk selalu waspada karena akan terjadi gelombang tinggi pada tanggal 22 hingga 28 Juli mendatang. Sedangkan puncak gelombang tertinggi akan terjadi pada 24 - 25 Juli.

"24-25 Juli gelombang tinggi di Pantai Selatan Indonesia. Yang paling berbahaya pada 24-25 sangat berbahaya akan sampai 4 hingga 6 meter di perairan Sabang, Barat Aceh, Mentawai, Bengkulu, Samudra Hindia Sumatera, Jawa hingga Sumba Selat Lombok," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7).

Dwikora menjelaskan, cuaca buruk yang dialami Indonesia dipengaruhi oleh perubahan iklim global yang mengakibatkan beberapa anomali. Anomali tersebut antara lain semakin meningkatnya kejadian siklus tropis yang tidak lagi menuruti siklus seperti biasanya.

"Ilmu nenek moyang ilmu cuaca turun menurun diporak porandakan oleh dampak perubahan iklim global," ujarnya.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak Mei dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Oktober mendatang dengan puncak gelombang tertinggi pada bulan Agustus nanti. Dia menyatakan bahwa pada saat-saat tersebut seluruh kapal nelayan dipastikan tidak akan mampu melawan gelombang tersebut. "Untuk ukuran kapal nekayan masih membahayakan kalau kapal besar masih relatif tangguh."

Secara umum, masyarakat diperingatkan agar tetap waspada terhadap potensi kecelakaan laut akibat gelombang tinggi yang dapat terjadi. Masyarakat diimbau untuk menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda.

Selain itu, masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal - kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran.

Sebagai informasi, sejak tanggal 17 Juli 2018 BMKG memberikan peringatan dini gelombang tinggi, yang diperkirakan pada waktu itu akan mencapai ekstrem (ketinggian 6 meter) pada tanggal 19 Juli 2018.

Dan saat ini BMKG perlu memberikan peringatan dini berikutnya karena diperkirakan pada tanggal 23-28 Juli 2018 masih akan terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 2.5 6.0 meter dan puncak ekstrem diperkirakan terjadi pada tanggal 24-25 Juli 2018.

Prakiraan Tinggi Gelombang disampaikan sebagai berikut :

Prakiraan tinggi gelombang laut di perairan Indonesia pada tanggal 23 - 28 Juli 2018 antara lain :

Tinggi Gelombang 1,25 - 2,5 m (Sangat Waspada) berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian timur, Perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Perairan Baubau Kep.Wakatobi, Laut Banda, Perairan selatan P.Buru P.Seram, Perairan Kep.Kei-Kep.Aru, Perairan Kep.Babar-Kep.Tanimbar, Perairan barat Yos Sudarso, Laut Arafuru, Perairan Jayapura.

Tinggi Gelombang 2,5 - 4 meter (Berbahaya) berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat P.Simeulue hingga Kep.Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P.Sumbawa, Selat Bali Selat Lombok Selat Alas bagian selatan, Perairan selatan P.Sumba, Laut Sawu, Perairan selatan P.Rote.

Pada tanggal 24 - 25 Juli 2018 berpeluang terjadi peningkatan tinggi gelombang menjadi 4 - 6 meter (Sangat Berbahaya) di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat P.Simeulue hingga Kep.Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P.Sumba, Selat Bali Selat Lombok Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.

Kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebut dengan istilah Mascarene High memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia, hal ini dikarenakan kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah kejadian mascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell/alun yang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatra, Selatan Jawa hingga P.Sumba. Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4 - 6 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini