Belum ada kecocokan, finalisasi divestasi saham Freeport mundur hingga awal 2019

Rabu, 11 Oktober 2017 19:07 Reporter : Anggun P. Situmorang
Belum ada kecocokan, finalisasi divestasi saham Freeport mundur hingga awal 2019 Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pelepasan saham atau divestasi saham PT Freeport Indonesia mundur menjadi awal tahun 2019. Sebelumnya, proses pelepasan saham tersebut direncanakan rampung pada Desember 2018.

"Proses divestasinya sendiri kami menekankan bahwa proses divestasi ini selesai kuartal pertama tahun 2019 dan cara perhitungan nilai," ujar Rini di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/10).

Rini menambahkan, pemerintah bersama Freeport masih terus melakukan negosiasi mengenai perhitungan besaran nilai saham Freeport. "Masih dibicarakan bagaimana mengkalkulasi nilai dari Freeport itu sendiri," jelasnya.

Sehubungan dengan kepastian investasi untuk Freeport terkait perpajakan dan pungutan di daerah, saat ini pembahasannya masih berada di Kementerian Keuangan.

"Kepastian investasi itu, memang sekarang sektornya di Kemenkeu yaitu mengenai perpajakannya di pusat maupun pungutan-pungutan di daerah," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah dan PT Freeport telah mencapai kesepakatan divestasi saham sebesar 51 persen. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan proses divestasi tersebut rampung pada Desember 2018 mendatang.

Menteri BUMN, Rini Soemarno memberikan tenggat waktu 15 bulan dari sekarang kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku pihak yang mengurus mekanisme divestasi.

Saat ini, proses divestasi baru sebatas tahap penyesuaian valuasi harga saham karena masih ada ketidakcocokan antara harga yang diajukan Freeport dengan yang diinginkan oleh BUMN. Perbedaan harga tersebut karena masing-masing pihak punya perhitungan yang berbeda sehingga perlu ditemukan titik temu.

"Jadi dengan financial advisor kami dan lawyer kami sedang menyiapkan timingnya maupun cara valuasinya. Karena ini kan valuasinya berbeda-beda. Dari Freeport begini, terus dari BUMN begini" kata Rini daat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (20/9).

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini