Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa keputusan mengenai pembekuan Direktorat Jenderal Bea Cukai sepenuhnya ada di tangan Presiden. Ia menjelaskan bahwa desain akhir dari kebijakan tersebut masih terbuka untuk dibahas, namun pemerintah siap mengambil tindakan tegas jika kinerja tidak menunjukkan perbaikan.
Purbaya juga menyampaikan bahwa Presiden memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk opsi ekstrem seperti pembekuan total.
"Bebas, nanti kita lihat seperti apa. Kalau emang nggak bisa perform ya kita bekukan. Dan betul-betul-betul beku, artinya 16 ribu pegawai bea cukai kita rumahkan," ungkap Purbaya ketika ditemui setelah menghadiri Rapimnas Kadin pada Selasa (2/12).
Walaupun demikian, Menkeu menekankan bahwa pembekuan bukanlah pilihan utama. Ia meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan internal terlebih dahulu. Menurut Purbaya, Bea Cukai masih memiliki potensi yang dapat diperbaiki.
"Tapi kita punya waktu, saya minta waktu ke presiden untuk memperbaiki bea cukai. Kalau saya lihat sih bahan bakunya lumayan lah masih bisa dibentuk," tambahnya.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai sebelum mempertimbangkan langkah yang lebih drastis.
Advertisement
Perubahan Kebijakan Bea Cukai
Bendahara negara menegaskan bahwa perbaikan ini akan menjadi faktor kunci bagi nasib para pegawai. Purbaya menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan secara bertahap.
"Nanti kan dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa merubah diri ya saya selesaikan langsung," ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah berupaya memberikan kesempatan sebelum mengambil tindakan yang lebih tegas. Purbaya juga memastikan bahwa reformasi Bea Cukai akan menjadi langkah signifikan yang membawa banyak konsekuensi, tetapi tetap akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur sesuai dengan instruksi dari Presiden.
"Tapi sebaiknya itu kita perbaiki diri dulu sendiri daripada kita langsung tutup tanpa warning, kan jelek. Dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri," tutup Purbaya.
Advertisement
Beri Waktu Satu Tahun
Baru-baru ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) mengambil langkah tegas terkait isu yang menyangkut Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Ia memberikan waktu satu tahun kepada instansi pabean tersebut untuk melaksanakan reformasi menyeluruh dan menyelesaikan berbagai masalah internal yang ada.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi Bea Cukai di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Kamis (27/11).
Menkeu Purbaya menekankan bahwa perbaikan citra Bea Cukai sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Harus diperbaiki dengan serius. Saya bilang ke mereka bahwa saya sudah minta waktu ke Presiden (Prabowo Subianto) satu tahun untuk tidak diganggu dulu, biar saya bereskan dan perbaiki Bea Cukai," dikutip dari Antara.
Menurut Menkeu, para pemimpin dan staf Bea Cukai sangat menyadari beratnya tantangan yang mereka hadapi. Salah satu risiko terbesar yang mengancam adalah kemungkinan pembekuan instansi, seperti yang pernah terjadi di masa Orde Baru. Pada saat itu, fungsi Bea Cukai sempat dialihkan kepada perusahaan swasta dari Swiss, yaitu Societe Generale de Surveilance (SGS).
Advertisement
Ungkap Ancaman PHK
Selain risiko pembekuan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengungkapkan adanya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dapat menimpa pegawai Bea Cukai jika instansi tersebut tidak mampu meningkatkan kinerjanya dalam waktu satu tahun ke depan.
Ancaman tersebut berkaitan langsung dengan kontrak kerja 16 ribu pegawai yang saat ini bertugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Purbaya menegaskan bahwa perubahan harus dilakukan untuk memastikan kelangsungan lembaga.
"Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar, dan siap untuk mengubah keadaan," tambahnya.
Meski demikian, Purbaya tetap optimis bahwa sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh Bea Cukai sangat berkualitas dan mampu melakukan perubahan yang signifikan. Tekanan ini diharapkan dapat mendorong seluruh jajaran untuk lebih serius dalam melaksanakan reformasi Bea Cukai secara menyeluruh dan profesional.
Dengan demikian, diharapkan instansi ini dapat beradaptasi dan memenuhi tuntutan yang ada, sehingga tidak hanya menjaga keberlangsungan kerja pegawai, tetapi juga meningkatkan kinerja lembaga secara keseluruhan.