BCA Tak Khawatir Kalah Saing Oleh OVO dan Dana yang Tawarkan Bebas Biaya Transfer

Senin, 11 November 2019 17:22 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BCA Tak Khawatir Kalah Saing Oleh OVO dan Dana yang Tawarkan Bebas Biaya Transfer Transaksi Perbankan Menurun di Harbolnas 1111. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Saat ini dompet digital banyak menawarkan kemudahan transfer antarbank dengan tanpa memungut biaya alias gratis. Hal itu membuat masyarakat lebih memilih melakukan transfer antarbank via dompet digital.

Direktur BCA, Santoso, mengungkapkan perbankan melihat fenomena tersebut bukan ancaman bagi eksistensi bank. Sebab, limit transfer di dompet digital tidak terlalu besar.

"Sebetulnya kalau fintech sekarang kan yang masih bisa dilakukan kan hanya emoney server based. Emoney server based sendiri limitnya tidak terlalu besar," kata dia saat ditemui di Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (11/11).

Dengan demikian, transaksi dengan nominal yang besar masih tetap dilakukan di bank.

Namun, dia menegaskan BCA menyambut positif adanya inovasi para dompet digital yang dapat melakukan transfer ke bank dengan gratis.

"Pada dasarnya kalau ditanya bagaimana dengan BCA, BCA welcome artinya karena kita sadar untuk transaksi yang small ticket size saya pikir bisa saja dilakukan oleh fintech-fintech karena itu memberikan efisiensi," ujarnya.

"Tapi kita tidak perlu khawatir terhadap fintech-fintech tersebut karena fintech-fintech tersebut memberi nilai tambah," ujarnya.

Dia menyatakan pihaknya akan terus mengikuti semua perkembangan fintech tersebut. "Semua ada masanya kan sebetulnya fintech itu ingin mengumpulkan data melihat loyalitas customer, tapi perjalanannya akan terus menerus kita ikuti dan kita tidak saling mematikan, kita saling mendukung yang lain," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini dompet digital yang dapat melakukan transfer ke rekening bank adalah Ovo dan Dana.

1 dari 1 halaman

Hasil Survei Dompet Digital Paling Banyak Digunakan Generasi Milenial

Alvara Research Center merilis hasil survei yang menunjukkan Go-Pay milik Go-Jek menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial di Indonesia.

"Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden," kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dikutip dari Antara, Kamis (11/7).

Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.

Jumlah sampel dalam survei yang dilakukan pada 3-20 April 2019 itu adalah 1.204 responden dengan margin of error 2,89 persen.

Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden.

Layanan Dana dan LinkAja berturut-turut menempati urutan ketiga dan keempat. Hasil survei mencatat Dana dan LinkAja dimanfaatkan oleh 8,5 persen dan 0,3 persen responden.

Survei Alvara juga menyimpulkan bahwa platform Go-Jek di dua kategori e-commerce lainnya unggul dibanding layanan dompet digital lain. Dua kategori yang dimaksud adalah layanan transportasi online atau panggilan kendaraan dan pengantaran makanan (food delivery).

Hasil survei tersebut menunjukkan 70,4 persen responden menggunakan layanan transportasi online GoJek. Sedangkan layanan serupa milik Grab hanya digunakan oleh 45,7 persen responden.

Pada layanan pengantaran makanan, Go-Food digunakan oleh 71,7 persen responden. Sedangkan Grab Food digunakan oleh 39,9 persen responden.

Hasanuddin mengatakan GoJek lebih unggul dibanding dompet digital lain karena memiliki layanan yang terintegrasi dengan fasilitas pembayaran di bawah satu bendera.

"Kami melihat Go-Jek memiliki keunggulan khusus dibanding yang lain, yaitu secara ekosistem dan layanan sudah terintegrasi," ujar Hasanuddin.

Selain itu, tiga produk jasa Go-Jek juga unggul karena berstatus sebagai salah satu pelopor dalam kategori layanan itu.

Meski demikian, Go-Jek dan Grab tidak memiliki banyak perbedaan dari aspek jumlah pengguna. Faktor layanan Grab yang tidak terintegrasi diduga mempengaruhi pilihan konsumen untuk menggunakan layanan dompet digital OVO.

[bim]

Baca juga:
Gandeng JCB International, BCA Incar Terbitkan 25.000 Kartu Kredit di 2020
BCA Ingatkan Potensi Gangguan di Harbolnas 11.11
Bank BCA Luncurkan Kartu Kredit untuk Nasabah yang Hobi Travelling ke Luar Negeri
Jadi Bank Buku II, BCA Bakal Suntik Bank Royal Sebesar Rp700 Miliar
Bos BCA: 75 Persen Transaksi Keuangan Kini Gunakan Mobile Banking
Ekonomi Melambat, BCA Revisi Target Pertumbuhan Kredit Jadi 8 Persen
Dana Pensiun Harus Dipersiapkan Sejak Usia Muda

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini