Baru bangun 2 dari target 18 pipa gas, ini penjelasan bos BPH Migas

Senin, 12 Februari 2018 19:21 Reporter : Anggun P. Situmorang
Baru bangun 2 dari target 18 pipa gas, ini penjelasan bos BPH Migas pipa gas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJGBN) menargetkan akan membangun sebanyak 18 pipa gas pada 2012 sampai 2025. Hingga kini, dari total target pemerintah baru membangun sekitar dua pipa gas.

Kepala badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, mengatakan kedua pipa gas tersebut tengah digarap oleh PT Pertagas di Gresik-Pusri serta PT PGN dan Pertagas di Duri-Dumai. Sementara itu, pipa gas Pusri-Tanjung Siapiapi masih dalam tahap pengajuan oleh pemerintah setempat.

"Sudah ada yang tadi, Gresik-Pusri dikerjakan Pertagas. Sudah jalan 60 persen. Duri-Dumai lagi dikerjakan oleh PGN dan Pertagas. Pusri menuju Tanjung Siapiapi sampai ke Muntok itu sudah diajukan oleh PPD Sumsel, BUMD Sumsel," ujar Fanshurullah di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (12/2).

Fanshurullah mengatakan, pembangunan pipa gas tergantung pada dukungan infrastruktur, supply side (sisi ketersediaan) dan demand side (sisi permintaan). Untuk itu ke depan, pembangunan 15 pipa gas yang tersisa akan disesuaikan dengan kebutuhan dan dukungan tersebut.

"Kami mau melelang tapi tetap tunggu koordinasi dengan lead sektornya, Kementerian ESDM. Jadi kita nunggu. Dari Menteri ESDM harus jelas pasokan gas dulu. Kalau tidak bagaimana mau lelang? Kita mau ngulang lagi kegagalan?," katanya.

Fanshurullah menambahkan, terkait capaian pembangunan pipa gas yang masih jauh dari target. Hal tersebut dapat diubah sewaktu-waktu oleh menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) tentunya dengan usulan dari badan usaha hingga BPH Migas.

"Yang namanya RIJGBN bisa berubah. Tergantung menteri mau mengubahnya. Usulannya kan macam-macam dari badan usaha sampai BPH Migas," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini