Banting Setir Produksi Alat Kesehatan Demi Dukung Penanganan Corona di Indonesia

Senin, 6 April 2020 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Banting Setir Produksi Alat Kesehatan Demi Dukung Penanganan Corona di Indonesia Pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) Tenaga Medis. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Meluasnya penyebaran virus corona membuat kebutuhan akan alat kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri (APD) meningkat. Sayangnya, meningkatnya kebutuhan tersebut menyebabkan kelangkaan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan perizinan usaha masih naik selama corona, di mana yang paling banyak adalah sektor kesehatan. Sebab, BKPM telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperlancar perizinan terkait kebutuhan kesehatan selama corona.

"Kita pikir bahwa di tengah virus corona itu tingkat pengusaha dalam mengurus izin itu menurun, ternyata tidak seperti itu," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Senin (23/3).

Bahkan, ada pula pelaku usaha yang banting setir untuk memproduksi alat kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, dan APD. Berikut perusahaan hingga UMKM yang banting setir demi mendukung penanganan corona di Indonesia.

1 dari 4 halaman

Industri Otomotif Produksi Ventilator

produksi ventilator rev1

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut terdapat industri otomotif di dalam negeri yang dapat memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air dan siap memenuhi permintaan pemerintah.

Dia menjelaskan, produsen otomotif tersebut sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reverse engineering dalam pengembangan prototipe ventilator. "Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, dalam upaya mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator, pihaknya meminta kepada pemerintah dapat menyediakan rekanan kompeten.

Pendamping tersebut akan membantu mulai dari menjabarkan cetak biru terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada pemasok.

"Kemudian, mitra yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, kami hanya membantu menjahitkan," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Banyuwangi Gandeng UMKM Produksi APD

umkm produksi apd rev1

Pemkab Banyuwangi memproduksi ribuan pakaian APD dengan menggandeng UMKM setempat. Salah satu UMKM yang dilibatkan memproduksi APD adalah Dafa Jaya Konveksi, di Dusun Cangaan, Kecamatan Genteng. Pemiliknya, Nur Basuki Abdullah mengatakan, pihaknya mendapatkan pesanan sebanyak 300 APD dari pemkab.

"Dokter dari Dinas Kesehatan datang memberikan contoh serta standar-standar yang harus dipenuhi dalam pembuatan APD. Kami lalu produksi dengan supervisi Dinas Kesehatan," kata Abas, panggilan Nur Basuki, saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (1/4).

Abas memilih material kain parasut yang kedap air sesuai arahan Dinkes. "Kami punya beberapa material parasut, dari yang biasa hingga bahan super. Tinggal memilih saja. Bahan menentukan harga. Kami mematoknya per APD Rp140 175 ribu per baju," beber Abas.

Dia bersyukur dengan order membuat APD ini karena menjadi angin segar usaha mereka di tengah kondisi perdagangan yang lesu akibat imbas wabah Corona.

"Orderan kami turun. Alhamdulillah ada pesanan APD, kami bisa bernapas lega. Bisa untuk membayar cicilan sekaligus membayar gaji para karyawan," tutur Abas.

3 dari 4 halaman

Penjahit Baju Produksi Masker Kain

produksi masker kain rev1

Pasangan suami istri Yudi dan Dwi Anjani Susiana Putri, warga Miagan, Mojoagung, Jombang yang berprofesi sebagai penjahit baju ini, kini banting setir menjadi penjahit masker yang terbuat dari kain.

"Awalnya saya menjahit baju. Kemudian satu Minggu lalu ada wabah corona yang menyebar dan orang mulai sulit mencari masker. Kalau pun ada harganya mahal. Akhirnya saya memproduksi sendiri, dan ternyata sambutan masyarakat di luar dugaan," kata Dwi, Minggu (22/3).

Dia menyebut, pesanan tidak hanya berasal dari orang biasa, namun sejumlah orang dari kalangan medis pun turut memesan masker buatannya. Selain itu, warga dari beberapa daerah juga turut memesan masker buatannya, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan beberapa kota lainnya.

Tidak hanya memasarkan secara konvensional, Dwi juga menjual masker buatannya melalui media sosial, seperti facebook maupun instagram. "Kami sampai kewalahan menerima pesanan. Pegawai puskesmas saja pesan 250 lembar," tegasnya.

Masker buatannya ini pun diklaimnya dapat menangkal virus. Sebab, masker buatannya itu dilapis oleh dua jenis kain. Keunggulan lainnya, pemesan dapat memilih motif kain yang diinginkannya, atau bahkan jika ada yang suka tanpa motif alias polos juga disediakan.

4 dari 4 halaman

Pabrik Nivea Produksi Hand Sanitizer

produksi hand sanitizer rev1

Membantu mengatasi kebutuhan hand sanitizer untuk melawan penyebaran Covid-19 di Indonesia, PT Beiersdorf Indonesia, produsen Nivea dan Hansaplast, mengubah sebagian operasi pabriknya di Malang untuk memproduksi hand sanitizer.

Produk hand sanitizer buatan pabrik Nivea di Malang siap didistribusikan ke rumah-rumah sakir rujukan Covid-19, yayasan, mitra, dan para karyawan. Total ada 40 ribu botol yang akan diproduksi oleh PT Beiersdorf Indonesia. [azz]

Baca juga:
Sunyi Kanal Banjir Timur Tanpa Pasar Malam akibat Corona
India Kerahkan Drone untuk Awasi Aktivitas Warga
Kemenkes: PSBB Bukan Karantina, Warga Masih Bisa Berkegiatan
Melawan Corona dengan Olahraga
Wanita Pemudik di Solo Marah-Marah saat Akan Didata Satgas Covid-19
Dua Daerah Dikabarkan Sudah Ajukan PSBB, Jakarta dan Fakfak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini