3 Hari Hilang, Bocah di Makassar Ditemukan Mengapung di Sungai Pampang

Bocah berusia 6 tahun yang dilaporkan hilang selama tiga hari ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di Sungai.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar- Reporter
3 Hari Hilang, Bocah di Makassar Ditemukan Mengapung di Sungai Pampang
Tim SAR gabungan mengevakasi jasad bocah yang tenggelam di Kanal Sinrijala, Kota Makassar. (Dok. Istimewa)

Seorang bocah bernama Riskia Rahmat (6) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di Sungai Pampang. Sebelumnya, Riskia dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Muh Fadli Tahar mengatakan korban awalnya dilaporkan hilang di sekitar Kanal Sinrijala, pada pukul 22.00 Wita, Sabtu (17/10). Saat itu, diduga Riskia hilang dan tenggelam di Kanal Sinrijala.

"Tim SAR gabungan kemudian melakukan upaya pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga beberapa titik aliran kanal yang diduga menjadi jalur pergerakan korban," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Tiga hari dilakukan pencarian, jasad Riskia akhirnya ditemukan di Sungai Pampang, pada pukul 10.30 Wita. Fadli mengaku saat itu ada anggotanya yang melihat adanya mayat anak perempuan mengapung di Sungai Pampang.

"Saat itu anggota yang tengah bertugas melaksanakan penyaluran air bersih melihat ada mayat anak perempuan mengapung di aliran sungai. Temuan itu langsung dilaporkan dan langsung melakukan evakuasi," tuturnya.

 

Titik Penemuan

Tim SAR gabungan mengevakasi jasad bocah yang tenggelam di Kanal Sinrijala, Kota Makassar. (Dok. Istimewa)
Tim SAR gabungan mengevakasi jasad bocah yang tenggelam di Kanal Sinrijala, Kota Makassar. (Dok. Istimewa)

Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pihak keluarga, dipastikan bahwa anak perempuan yang ditemukan tersebut adalah Riskia Rahmat. Fadli mengungkapkan jasad Riskia ditemukan sekitar 3 kilometer (km) dari lokasi awal dilaporkan hilang.

"Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami pun mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak agar meningkatkan pengawasan ketika berada di sekitar kanal, sungai, drainase, maupun perairan terbuka lainnya," pesannya.

Fadli menyebut kanal dan sungai memiliki risiko bahaya yang tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum memahami kondisi arus dan kedalaman air. Pengawasan orang dewasa sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Rekomendasi