BGN Bersihkan Calo di Dapur MBG, Pengawasan Bakal Pakai CCTV & AI

Kepala BGN menjanjikan pembersihan yayasan calo di dapur MBG dan merombak insentif mitra. Menko Pangan memaparkan biaya per porsi. Ada rencana CCTV-AI.

Thurfah Mahira Ahnaf
Oleh Thurfah Mahira Ahnaf- Reporter
BGN Bersihkan Calo di Dapur MBG, Pengawasan Bakal Pakai CCTV & AI
Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruyung, Depok, jawa Barat, Senin, 13 Juli 2007. (KLY/ Arie Basuki)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan akan menertibkan praktik percaloan dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut merugikan anggaran gizi melalui jual-beli titik. Skema insentif mitra juga diubah menjadi berbasis kinerja per porsi.

Perubahan insentif ditetapkan Rp 2.000 per porsi. Langkah ini diambil setelah ditemukannya pihak perantara yang mengambil keuntungan tanpa kontribusi pada operasional dapur MBG.

"Yang tadinya harusnya 2.000 dia dapat untung, dipotong 1.000 orang yang enggak ada peranan apa-apa," ujar Sudaryono, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan yang dimaksud adalah yayasan yang berperan sebagai calo. "Yayasan calo, dia yang bikin yayasan banyak, enggak punya duit," katanya.

Menurut Sudaryono, modusnya melibatkan kerja sama yayasan dengan oknum terdahulu untuk memperoleh titik. "Dia suruh orang bangun. Setelah jalan, dia minta Rp 500, dia minta Rp 1.000," ujar dia.

Sudaryono menambahkan yayasan seperti itu tidak mengelola dapur, tidak ikut membangun, dan tidak menyuntikkan modal. "Pasti menurunkan kualitas makanan, sehingga saya ingin membersihkan yayasan-yayasan calo," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan struktur biaya per porsi MBG sebesar Rp 15.000, yang mencakup Rp 10.000 untuk bahan baku, Rp 3.000 untuk personal, dan Rp 2.000 untuk investor. Ia menilai pola insentif lama bermasalah. "Tiap SPPG Rp 6 juta, mau berapa pun Rp 6 juta, sehingga bisa mengurangi porsi makanan," kata dia.

Ia menyebut skema perlu diganti. "Sekarang sudah diputuskan Rp 2.000 per porsi," ujar Zulkifli.

Terkait investor yang sudah membangun dapur dengan menggunakan dana pribadi, Sudaryono menyampaikan apresiasi. "Kami sangat menghargai, kami sangat berterima kasih," ujar dia.

CCTV Terintegrasi dan AI, Pengawasan Dapur MBG Tanpa Belanja Baru

Pengawasan kepatuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) di dapur MBG akan diperketat dengan menarik akses CCTV dari setiap dapur ke pusat. Selama ini, rekaman CCTV hanya bisa diakses internal dapur. "Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya hanya dikonsumsi oleh internal dapur itu, sehingga kami sedang piloting ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting, untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat," ungkap Sudaryono.

Ia menyebut pengawasan akan didukung teknologi kecerdasan buatan. "Kita kasih Artificial Intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor SOP: SOP pengelolaan, SOP persiapan, SOP cuci ompreng, SOP macam-macam," ia menambahkan.

Rekaman akan tersedia untuk publik secara terbatas. "Harusnya bisa dengan terbatas," kata dia. Akses dijanjikan juga terbuka untuk kepala sekolah, guru, dan orangtua.

Sudaryono memastikan tidak ada pengadaan baru untuk perangkat CCTV. "Kami tidak membeli CCTV, bagaimana kita koneksikan saja yang sudah ada," ujar Sudaryono.

Rekomendasi