ASDP Salurkan Bantuan Operasi Bibir Sumbing untuk 100 Anak, Tingkatkan Akses Kesehatan

PT ASDP Indonesia Ferry menyalurkan bantuan operasi bibir sumbing kepada 100 anak di seluruh Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan kualitas hidup anak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ASDP Salurkan Bantuan Operasi Bibir Sumbing untuk 100 Anak, Tingkatkan Akses Kesehatan
PT ASDP Indonesia Ferry menyalurkan bantuan operasi bibir sumbing kepada 100 anak di seluruh Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan kualitas hidup anak. (AntaraNews)

PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan operasi bibir sumbing untuk 100 anak di berbagai wilayah. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang membutuhkan penanganan bibir sumbing dan langit-langit.

Total sumbangan yang disalurkan mencapai Rp650 juta, dengan setiap anak penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp6,5 juta. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh percaya diri. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen ASDP dalam memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak di Indonesia.

Kegiatan sosial ini tidak dilakukan sendiri, melainkan berkolaborasi dengan organisasi nirlaba Smile Train dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di RS Panti Wilasa Citarum, dihadiri oleh berbagai pihak terkait dari pemerintah daerah dan organisasi kesehatan. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antarpihak dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi anak-anak.

Program bantuan operasi bibir sumbing ini telah berjalan sejak tahun 2019, menunjukkan konsistensi ASDP dalam mendukung kesehatan anak Indonesia. Ronald Hutabarat, General Manager ASDP Cabang Surabaya, menyatakan, "Hari anak sedunia merupakan momen bagi kita semua untuk kembali mengingat akan pentingnya komitmen kita dalam melindungi hak anak serta memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan sehat dan bahagia." Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik program TJSL yang dijalankan.

Kolaborasi dengan Smile Train dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum menjadi kunci keberhasilan program ini. Smile Train, sebagai organisasi global yang berfokus pada penanganan bibir sumbing, membawa keahlian dan jangkauan yang luas. Sementara itu, RS Panti Wilasa Citarum menyediakan fasilitas medis dan tim ahli untuk pelaksanaan operasi. Sinergi ini memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkualitas.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menekankan bahwa bantuan ini lebih dari sekadar angka. "Karena seratus anak yang kita bantu ini bukanlah hanya sekedar angka, melainkan juga seratus kisah perjuangan, harapan, dan senyum baru yang nantinya akan menghiasi perjalanan bangsa ke depan," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa setiap bantuan memiliki dampak mendalam pada kehidupan individu dan masa depan bangsa.

Data dari Smile Train menunjukkan bahwa angka kelahiran bayi dengan penderita bibir sumbing dan langit-langit diperkirakan mencapai 9.000 per tahun di 38 provinsi di Indonesia. Angka yang tinggi ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan tepat bagi anak-anak yang mengalami kondisi tersebut. "Tingginya angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan yang tepat serta terjangkau bagi anak-anak yang mengalami kondisi terkait," tutur Ronald Hutabarat.

Manajer Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, menjelaskan bahwa kondisi bibir sumbing yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit lain, termasuk kurang gizi hingga stunting. "Perlu diketahui kondisi bibir sumbing yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit lainnya seperti kurang gizi hingga stunting," kata Deasy. Oleh karena itu, akses terhadap operasi pelayanan yang lebih luas menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap anak dapat menjalani hidup dengan senyuman baru dan kebahagiaan.

ASDP berkomitmen untuk melanjutkan program ini secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas di masa depan. Harapannya, bantuan operasi ini tidak hanya memberikan perbaikan fisik, tetapi juga membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi semua anak di Indonesia. Dengan demikian, program ini tidak hanya mengatasi masalah kesehatan, tetapi juga memberikan harapan dan kepercayaan diri bagi generasi penerus bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi