Arcandra Janji Harga Solar Tak Akan Naik Meski Subsidi Dipangkas di 2020

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, penurunan subsidi solar tahun depan sebesar Rp 500 per liter, tidak berpengaruh pada penetapan harga. Sehingga pemerintah tetap mempertahankan harga solar Rp 5.150 per liter.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Arcandra Janji Harga Solar Tak Akan Naik Meski Subsidi Dipangkas di 2020
Arcandra Tahar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Alokasi subsidi solar ditetapkan sebesar Rp1.500 per liter di 2020 mendatang. Angka ini turun dari alokasi tahun ini sebesar Rp2.000 per liter.‎ Hal ini menjadi keputusan rapat anggaran Komisi VII DPR dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, penurunan subsidi solar tahun depan sebesar Rp500 per liter, tidak berpengaruh pada penetapan harga. Sehingga pemerintah tetap mempertahankan harga solar Rp5.150 per liter.

"Ada hara penetapan oleh pemerintah. dua tahun lalu subsidi Rp500 per liter, harga jual Rp5.150 per liter, tahun lalu, subsidi up to Rp2.000, harga solarnya? Rp5.150, ada hubungannya sama harga nggak? Ngga kan?," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Arcandra, meski pembayaran subsidi solar ke Pertamina sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan solar subsidi akan berkurang, pemerintah akan menutupi kekurangannya dengan memberikan insentif.

"Coba dilihat mekanisme tahun ini, kekurangannya dibayar pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah, bener ngga?‎," tuturnya.

Arcandra mengungkapkan, alokasi subsidi solar pada 2020 sebesar Rp1.500 per liter, merupakan keputusan rapat Kementerian ‎ESDM dengan Komisi VII DPR yang dilakukan pada Kamis malam (20/6/2019). "Kan sudah ditektuk saat rapat semalam," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi